Surabaya (beritajatim.com) – Apakah kamu termasuk orang itu? Menurut sebuah penelitian dari artikel dengan judul “Hunting Lovers: Narcissists Keep Trophies from Their Past Relationships,” karya Aleksandra Niemyjska, dari SWPS University of Sosial Sciences and Humanities, Warsawa dan peneliti lain menyampaikan bahwa orang narsistik seringkali menyimpang objek yang berkaitan dengan masa lalu.
Alasannya pemilik kepribadian narsistik memiliki ‘merasa hidup’ ketika dapat menyimpan barang-barang dari masa lalu sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri atas keberadaannya. Inilah beberapa hal menyimpan foto mantan di dompet.
Keberhasilan dalam pacaran
Saat mantan pacar masih menyimpan foto walaupun hubungan percintaan mereka sudah berakhir, hal ini berarti dia menganggap mantannya merupakan pasangan yang menarik, sukses, dan mungkin bisa jadi populer.
Maka dari itu, foto sang mantan menjadi bukti keberhasilannya. Seakan-akan foto itu merupakan bukti kehebatan dan daya tarik sang mantan.
Kenangan
Selain itu, foto mantan dapat menjadi pengganti kehadirannya. Meskipun hubungan sudah berakhir, tapi kenangan dalam foto menjadi salah satu penghilang rasa rindu.
Peneliti mengungkap bahwa menyimpan foto mantan pasangan meski sudah pisah ini bukan berarti dia tidak bisa move on. Akan tetapi, hal ini merupakan bentuk narsistik. Yakni kebutuhan pujian yang berlebihan, mengabaikan perasaan orang lain, ketidakmampuan untuk menangani setiap kritik, dan perasaan adanya hak.
Terdapat dua tipe narsistik, yaitu grandiose dan vulnerable. Persamaan keduanya merupakan perasaan superior di atas orang lain. Seringkali narsistik dapat merasakan kepuasan satu sama lain melalui hubungan percintaan dengan kekasih sukses dengan penampilan menarik.
[berita-terkait number=”4″ tag=”resep”]
Inilah perbedaan dari kedua jenis ini:
Grandiose
Narsistik termasuk tipe grandiose yang tampil berani, percaya diri, bahkan pamer. Selain itu, orang ini biasanya menyimpan foto mantan pacar sebagai bukti keberhasilannya dan daya tariknya di masa lalu.
Vulnerable
Tidak berbeda jauh dengan istilahnya dalam bahasa Inggris, yaitu ‘vulnerable’, narsistik jenis ini berarti ‘rapuh’ dan cenderung pemalu, berbeda dengan grandiose. Mereka cenderung cenderung menarik diri, bahkan besar kemungkinan ada rasa dendam.
Orang narsistik vulnerable menyimpan foto secara tidak langsung untuk meningkatkan kepercayaan dirinya sehingga mendapat pengakuan dan pujian. Tanpa disadari, hal ini digunakan untuk meningkatkan harga diri dengan menghubungkannya pada masa lalu. (PRD/ian)






