Malang (beritajatim.com) – Ketua Umum PSSI Mochammad Iriawan kembali mendatangi Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (6/10/2022). Selain melihat sejumlah gate atau pintu stadion yang banyak memakan korban jiwa, Iriawan juga menggelar doa di depan Monumen Patung Singa Tegar.
“Pertama kami secara khusus hari ini, mendoakan keluarga-keluarga saya yang menjadi korban Kanjuruhan ini, mendoakan secara khusus di hampir setiap pintu terutama pintu yang banyak korban ya,” tegasnya
Iriawan juga melihat kondisi pintu pintu Stadion Kanjuruhan yang dimungkinkan tempo hari, tidak bisa dibuka karena terkunci. “Dan saya ingin melihat langsung karena tempo hari malam, belum sempat lihat, tapi siangnya sudah saya lihat,” tuturnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kericuhan-laga-arema-vs-persebaya”]
Melihat beberapa fakta hari ini, Iriawan nantinya bakal mempersiapkan seandainya
dimintai keterangan oleh tim independen secara maksimal. “Ya kami siapkan datanya, meskipun bukan saya ya. Tapi mungkin tim dari LIB atau tim dari mana saja itu kedatangan saya kesini. Yang terpenting saat ini, saya mendoakan arwah almarhum almarhumah semoga diterima di sisi Allah SWT diampuni dosa dosanya dan khusnul khotimah itu saja,” bebernya.
Kata dia, hasil dari kegiatan hari ini, pihaknya bisa melihat langsung titik yang mana, pintu yang dibuka untuk penonton, untuk area keamanan, untuk bis pemain dan crew televisi. “Saya memastikan itu saja, pintu mana saja,” ucapnya.
Ditanya soal petisi agar Ketum PSSI mundur? Iriawan mengaku tidak tahu. “Tanyakan saja kepada yang membuat petisi itu. Karena aturannya sudah ada. Sudah tahu gak aturannya? Sudah? Dibaca saja disitu. Ini bentuk tanggung jawab saya, bukan saya mundur, bukan. Tanggung jawab saya sampai hari ini disini, menemui korban, melihat ke lokasi, saya berikan santunan, itu tanggung jawab saya,” Iriawan mengakhiri. (yog/kun)






