Malang (beritajatim.com) – Universitas Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang melakukan pengheningan cipta sejenak sebagai bentuk berduka pada tragedi di Stadion Kanjuruhan. Hal itu dilakukan saat apel rutin, Senin (3/10/2022). Apel yang dipimpin Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD), Abid Yusron, mengajak seluruh peserta upacara untuk mendoakan korban tragedi 1 Oktober di Stadion Kanjuruhan Malang yang telah memakan ratusan korban.
“Berdasarkan informasi yang terekam di media, setidaknya ada 182 korban jiwa yang harus berakhir tragis dengan meregang nyawa dan semua yang terjadi tentu di luar nalar dan dugaan. Namun kita sebagai orang muslim tentu harus mengambil hikmah dan pelajaran dari tragedi ini,” terang Abid.
Menurut Abid Yusron, ada pelajaran penting yang dapat diambil dari peristiwa maut tersebut, yaitu pentingnya pendidikan dalam keluarga, baik pendidikan formal maupun non formal. Pendidikan tentang sportifitas dan anti radikalisme mesti ditanamkan sejak dini melalui pendidikan keluarga.
[berita-terkait number=”3″ tag=”tragedi-kanjuruhan”]
Melalui pendidikan, kata dia, mampu melatih seseorang untuk bisa ikhlas dan lapang pada ketentuan yang terjadi, misalnya saja dalam pertandingan sepak bola. “Insiden Kanjuruhan ini memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua, ratusan nyawa melayang akibat ada kesalahan SOP dan tindakan fanatisme di lapangan,” tuturnya lebih lanjut.
Apapun itu, kata Abid lebih lanjut, jika suporter hendak menerima kekalahan tim kesayangan tentu hal ini tidak akan terjadi. “Semoga ini bisa dijadikan pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua, khususnya yang bekerja di instansi agar bekerja sesuai dengan SOP sesuai dengan aturannya,” tutupnya mengakhiri. [dan/suf]






