Pasuruan (beritajatim.com) – Dalam tragedi Kanjuruhan Malang, delapan suporter Arema FC asal Kabupaten Pasuruan meninggal dunia. Dela0an orang ini meninggal diduga saat kerusuhan yang terjadi setelah Arema FC melawan Persebaya.
Delapan orang yang merupakan warga Kabupaten Pasuruan yakni Agus Riansyah Pratama Putra (20), warga Kelurahan/Kecamatan Purwosari. Kemudian Muhammad Rian Akbar (17), warga Desa Andonosari, Kecamatan Tutur.
Lalu Hendrik Gunawan (21), warga Dusun Sudimoro, Desa Pucangsari, Kecamatan Purwodadi. Mohammad Andre, warga Dusun Kedanten Wetan, Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kericuhan-laga-arema-vs-persebaya”]
Pratiwi, warga Desa Sumberejo, Kecamatan Purwosari. Khusaini, warga Dusun Kedanten Wetan, Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji.
Kemudian dua orang dari Kecamatan Rejoso yakni M Nizamudin (15) dan Hadi Nata. “Saya ikut berduka atas musibah yang terjadi kemarin malam. Mudah-mudahan seluruh amal ibadah para supporter Aremania diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” jelas Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf. Minggu (2/10/2022).
Gus Irsyad sapaan akrabnya juga mengatakan bahwa dirinya telah mengintruksikan para Camat. Hal ini dikarenakan untuk menginventarisir data para korban hingga benar-benar fix.
Selain para Camat, ia juga meminta Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD Bangil dan Direktur RSUD Grati untuk juga pro aktif. Guna memberikan pertolongan medis kepada para korban yang mengalami luka-luka secara maksimal. Serta memfasilitasi penjemputan terhadap jenazah para korban.
“Saya perintahkan semua Camat untuk update data sekaligus menginventarisir semua warganya yang menjadi korban kemarin malam. Baik yang meninggal dunia maupun luka-luka. Harus update terus sampai betul-betul fix datanya. Untuk yang meninggal dunia saya minta petugas RSUD Bangil dan Grati untuk bisa memfasilitasi penjemputan, dan yang luka-luka segera diobati,” tandasnya. (ada)






