Surabaya (beritajatim.com) – Tragedi Kanjuruhan membuat publik pecinta sepak bola Indonesia berduka lantaran 174 suporter Aremania termasuk 2 anggota polisi tewas dalam tragedi tersebut. Selain pecinta sepakbola, pengurus partai NasDem juga merasakan kesedihan tersebut karena 6 anggota menjadi korban.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPW NasDem Jawa Timur, Sri Sajekti ‘Jeanette’ Sudjunadi. Ia mengatakan, dari laporan yang ia terima, 6 anggota DPP NasDem Malang menjadi korban dalam tragedi tersebut. Saat ini, pihaknya masih terus mendata kemungkinan adanya kader NasDem yang jadi korban.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kericuhan-laga-arema-vs-persebaya”]
“Sebenarnya 6 cuman yang 1 selamat dan sudah kembali ke keluarganya. Sedangkan 3 orang meninggal dunia dan 2 lainnya masih hilang,” ujar Sri Sajekti, Minggu (02/10/2022).
Sri Sajekti yang juga mantan promotor yang melahirkan liga Indonesia di tahun 90’an tersebut mengatakan jika kejadian ini harus dievaluasi secara penuh. Ia pun berpesan agar para suporter bisa duduk bersama dan berembuk agar kejadian serupa tidak terulang.
“Semua pihak stakeholder harus berembuk. Supporter sekarang kan sudah banyak yang sudah mulai dewasa dan sudah bisa diajak untuk bersinergi serta diajak berembuk agar peristiwa tidak terulang,” tegasnya.
Perlu diketahui, tragedi Kanjuruhan membuat daftar catatan hitam sepak bola di Indonesia bertambah panjang. Setidaknya, 174 orang dilaporkan meninggal dunia usai Arema FC kalah melawan Persebaya di kandang sendiri, Sabtu (01/10/2022) malam. (ang/kun)






