Surabaya (beritajatim.com) – Pada 2016 lalu, seekor gorilla langka bernama Harambe di Cincinnati Zoo & Botanical Garden, Ohio, Amerika Serikat (AS), terpaksa meregang nyawa. Dia ditembak mati gara-gara seorang bocah jatuh ke dalam kandangnya.
Tetapi setelah kasus tersebut diusut, ditemukan fakta Harambe tidak sepenuhnya pantas ditembak mati akibat seorang anak terjatuh ke dalam kandangnya. Karena pada awalnya Harambe tidak berniat menyerang anak tersebut, dan fakta bocah itu sampai jatuh ke kandang Harambe karena kelalaian pengawasan orangtua.
Setelah itu muncul petisi ‘Justice for Harambe’ dan kasus ini menjadi perhatian dunia internasional. Bahkan begitu banyak meme bermunculan tentang Harambe Si Gorila Silverback merupakan binatang yang dilindungi.
Di alam liar, jumlahnya kurang dari 175 ribu ekor. Sementara di suaka margasatwa di seluruh dunia, terdapat sekitar 765 ekor gorila.
Oleh karenanya, hewan primata langka itu begitu disayangkan kematiannya. Tapi dunia patut sedikit bersyukur karena ternyata garis keturunan Harambe tidak mati bersamanya, karena spermanya diambil setelah kematiannya sehingga suatu hari nanti mungkin ada jejak kaki gorila kecil, dengan susunan genetik yang sama dengan pahlawan primata Harambe.
Terlepas dari kenyataan bahwa Harambe berusia 17 tahun dan belum mencapai kedewasaan berkembang biak pada saat kematiannya, direktur Kebun Binatang dan Kebun Raya Cincinnati Thane Maynard mengatakan pada saat itu, “Ada masa depan. Ini bukan akhir dari kumpulan gennya. Rinciannya sejak itu sangat tipis di lapangan, karena kami tidak dapat sepenuhnya memastikan apakah ada anak yang pernah lahir dari sperma Harambe, tetapi Kebun Binatang Cincinnati memiliki program pengembangbiakan kera dan monyet yang sangat sukses, setelah melihat lebih dari 50 kelahiran. selama sejarah membentang lebih dari 50 tahun.”
Sebenarnya, Harambe sendiri dibawa ke kebun binatang yang lahir di penangkaran di Texas untuk menjadi bagian dari program pengembangbiakan itu. Meski, ia menemui ajal sebelum waktunya pada hari yang mengenaskan itu pada tahun 2016.
Satu hal yang pasti, dia tidak akan pernah dilupakan dan kini sperma Harambe disimpan untuk meneruskan garis keturunannya. [adg/beq]






