Jember (beritajatim.com) – Forum Komunikasi Petani Jember (FKPJ) memperingati Hari Tani Nasional ke-62 debgan membagi-bagikan tomat gratis di depan kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (24/9/2022).
Pembagian tomat gratis ini merupkan aksi protes dan keprihatinan terhadap anjloknya harga komoditas tersebut. Tomat saat ini hanya dihargai Rp 500-1.000 per kilogram, Tak butuh waktu lama. Hanya sepuluh menit tomat gratis itu sudah ludes diserbu warga.
“Petani menghadapi kondisi yang semakin kritis. Dalam Hari Tani Nasional ke-62, petani bukan semakin diuntungkan tapi dibuntungkan. Kita berharap pemerintah pusat, provinsi, dan daerah lebih peduli terhadap petani yang kondisinya hidup tidak mau, mati pun segan,” kata Ketua FKPJ Jumantoro.
FKPJ menuntut Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2022 dicabut karena merugikan petani. “Kami berharap pemerintah mengalokasikan minimal lima persen dari APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Nasional) untuk sektor pertanian,” kata Jumantoro.
“Kami merasa dianaktirikan. Subsidi BBM di atas Rp 500 triliun, tapi subsidi pupuk yang hanya Rp 60 triliun dikurangi menjadi Rp 25 triliun. Kembalikan subsidi pupuk untuk 70 komoditas. Silakan harga eceran tertinggi pupuk dinaikkan tapi wajar, dan petani mudah untuk mendapatkannya,” kata Jumantoro.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-jember”]
Sementara itu, dalam sidang paripurna pengesahan bersama Peraturan Daerah Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2022, di aula kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera menyuarakan kegelisahan petani ini.
“Wes wayahe petani unggul, bangkit dan berdaya saing global. Mudah-mudahan ini bukan hanya semboyan belaka, pemerintah harus benar-benar berpihak kepada petani dengan segala kebijakannya,” kata Achmad Dhafir Syah, juru bicara Fraksi PKS. [wir/but]






