Surabaya (beritajatim.com) — GIIAS Surabaya 2022 kembali dihelat, Honda Surabaya Center (HSC) diler mobil Honda wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusra berharap bisa menjual 300 unit mobil Honda.
Angka ini lebih kecil dibandingkan tahun lalu yang bisa mencapai 377 unit penjualan. Marketing Sales and After Sales Service Manager HSC, William Saputra menyebutkan jika tahun ini tak ada lagi relaksasi pajak pembelian mobil lagi.
“Pada GIIAS tahun lalu kan juga ada momen pemberian subsidi PPnBM sehingga antusias penjualan mobil mencapai 377 unit. Sedangkan GIIAS tahun ini tidak ada relaksasi dan momennya bukan di akhir tahun,” jelasnya di sela-sela pameran otomotif GIIAS Surabaya 2022, Rabu (14/9/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”honda”]
William menambahkan HSC pun optimistis dapat mencapai target tersebut, termasuk target penjualan mobil di sepanjang tahun ini yang dipatok sebesar 16.500 unit. Hingga Agustus 2022, penjualan HSC sudah mencapai 8.893 unit.
Meski kurang tiga bulan lagi, kami masih optimistis walaupun kelihatan besar. Salah satunya dari event GIIAS ini. Yang paling penting, bagaimana kita bisa menyuplai inden-inden yang masih menunggu agar target bisa terpenuhi, karena secara permintaan pasar masih aman,” jelasnya.
President Director HSC, Ang Hoey Tiong menambahkan, untuk backbone mobil dalam pameran GIIAS kali ini yakni ada 6 display mobil mulai dari Honda Brio RS urban night, BR-V, HR-V RS dan CRV black edition, serta memperkenalkan unwraping soon mobil masa depan segmen small SUV.
“Dalam GIIAS ini kita juga menawarkan kemudahan bagi konsumen dan calon konsumen dengan program menarik yang semuanya itu dikemas dalam program Honda Serba Bisa,” imbuhnya.
Meski sejumlah booth pameran GIIAS Surabaya ini sejumlah merek mulai menampilkan mobil listrik, tetapi saat ini Honda masih belum menghadirkan kendaraan listrik.
“Kalau dari ATPM Honda sendiri memang belum ada, tetapi kelihatannya ke depan akan ada mobil hybrid. Sekarang ini dari ATPM sedang komunikasi dengan pihak Jepang, karena mereka rencananya akan meluncurkan mobil listrik di Jepang dulu yang sudah siap infrastrukturnya,” tandasnya.[rea]






