Mojokerto (beritajatim.com) – PS Mojokerto Putra (PSMP) berhasil menang 0-3 saat menjalani laga uji coba melawan Persem, Minggu (11/9/2022). Tim pelatih Laskar Majapahit (julukan PSMP, red) menyebut, kemenangan laga uji coba yang digelar di Gelora A Yani Kota Mojokerto tersebut sesuai saat latihan.
Renaldo Rizal dkk bermain menyerang sejak awal babak pertama. Meski sejumlah peluang gagal menjadi gol, namun tiga gol bersarang di gawang Persem. Dua gol berhasil tercipta di babak pertama, sementara satu gol di babak kedua. Ini merupakan laga uji coba ketiga.
[berita-terkait number=”3″ tag=”psmp”]
Laga pertama melawan tim lokal, SG Sumobito di Lapangan Desa Bicak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Rabu (24/8/2022), PSMP menang 4-0. Uji coba kedua, PSMP kalah 2-0 atas tim Mitra Kukar Tenggarong di Lapangan Miagan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Minggu (28/8/2022).
Pelatih PSMP, Teddy Arif Prianto mengatakan, jika anak asuhnya menjalani instruksi tim pelatih sesuai dengan yang diberikan saat menjalani latihan rutin. “Alhamdulillah, pertandingan ini berjalan sesuai dengan yang kita inginkan,” ungkapnya, Minggu (11/9/2022).
Masih kata Teddy, pasca kekalahan melawan Mitra Kukar, anak asuhnya diberikan materi finishing dan organisasi. Dua materi tersebut sudah berjalan saat melakoni laga uji coba ketiga melawan Persem. Ia menilai anak asuhnya main tanpa beban sehingga bisa memenangkan pertandingan.
“Anak-anak mainnya luar biasa, alhamdulillah tanpa beban. Suporter banyak yang datang tapi ada satu pemain yang cedera. Nanti PR kita (beberapa peluang tidak bisa menjadi gol), kita benahi lagi. Evaluasinya kalau kita lihat, hanya kurang memadukan saja,” katanya.
Menurut Teddy, anak asuhnya semua memiliki skill sehingga tinggal memadukan. Tim pelatih berencana akan membuat team building dengan tujuan agar pemain tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Mojokerto tersebut bisa mengangkat semangat untuk bermain.
“Dari instruksi kita (main menyerang di babak pertama, namun babak kedua lebih santai). Instruksi pelatih untuk jaga tempo, kalau kita main seperti babak pertama terus, mati nanti. Nge-drop, sana (pemain Persem) muda-muda. Tempo pertandingan, bukan fisiknya tapi tempo kita mainkan di situ,” ujarnya.

Sementara itu, Pelatih Persem, Mahmudin Budi Santoso mengaku kekalahan anak asuhnya lebih karena mental. “Secara mental down, dengan euforia kayak gini kan memang berpengaruh. Latihan sudah maksimal, bagus cuma memang saya lihat mental,” jelasnya.
Menurutnya, perbaikan permainan pemain Laskar Damarwulan (julukan Persem, red) akan terus dilakukan karena skuad Persem juga belum terbentuk. Trial pemain masih terus dilakukan untuk menjadi posisi pemain yang pas, guna mengisi skuad Persem musim kompetisi 2022.
“Tetap dibenahi, memang secara mental. Sentuhan awal harus dibenahi, mental terutama. Anak-anak masih muda semua, saya lihat mental bertandingnya. Fisiknya bagus. Masih 15 pemain, masih kurang. Cari 7 pemain. Masih dilihat, ini masih belum tanda tangan kontrak,” tegasnya. [tin/suf]







