Ponorogo (beritajatim.com) – Hanya berselang seminggu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko kembali melakukan mutasi jabatan terhadap pegawainya di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo.
Mutasi dan promosi jabatan yang dilakukan pada hari Jumat petang kemarin, melibatkan pejabat dari eselon 2 hingga eselon 4. Tercatat ada mutasi sebanyak 27 posisi diberbagai jabatan yang digelar di Pringgitan, rumah dinas Bupati Sugiri Sancoko. “Benar, hari Jumat kemarin dilakukan mutasi lagi,” kata Kang Giri sapaan Bupati Sugiri Sancoko, Sabtu (10/9/2022).
Untuk pejabat eselon 2, kembali dikejutkan dengan berpindahnya Lilik Slamet Rahardjo, yang sebelumnya menjadi Kepala Satpol PP, kini menjadi Staf Ahli bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan. Kini posisi Kepala Satpol PP dijabat oleh Joni Widarto, yang sebelumnya menjadi Staf Ahli bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan. Dalam permainan olahraga catur, keduanya ini melakukan gerak rokade atau pindah tempat.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-ponorogo”]
Seperti mutasi jabatan sebelum-sebelumnya, Bupati Ponorogo asal Desa Gelangkulon Kecamatan Sampung itu, memyebutkan bahwa pergantian atau mutasi merupakan hal yang biasa dalam pemerintahan. Hal itu dilakukan semata-mata untuk percepatan program-program pemerintah daerah untuk kepentingan masyarakat. “Jadi mutasi ini tidak mendadak. Kegiatan ini sudah direncanakan sebelum-sebelumnya,” ungkapnya.
Dari 27 posisi jabatan yang dimutasi, didominasi oleh jabatan yang berada di RSUD dr. Harjono, Dinas Kesehatan, Satuan Pamong Praja hingga sejumlah Sekretaris Kecamatan. Pergantian pejabat di rumah sakit plat merah itu, kata Giri ke depan pihaknya butuh penguatan, termasuk juga di Dinas Kesehatan. “Sejauh ini kita terus melakukan analisa, mana-mana OPD yang lambat,” katanya.
Dalam pemerintahannya, memang butuh percepatan. Hal itu dikarenakan dirinya ingin menjawab tantangan yang ada di masyarakat. Untuk, jabatan yang kosong nanti akan diisi. Bisa melalui bisa melalui lelang serta juga penyegaran dari bawah juga. “Untuk jabatan yang masih kosong, nanti akan diisi lagi. Bisa lewat proses lelang jabatan atau proses lainnya,” katanya.
Untuk diketahui sebelumnya, Pemkab Ponorogo pada hari Jumat (2/9) lalu melakukan mutasi terhadap pegawainya. Salah satu yang mencuri perhatian adalah mutasi dari Jamus Kunto. Dia yang terusir dari DPUPKP dan baru sekitar 10 bulan menahkodai badan untuk urusan kedaruratan dan bencana, harus ditarik lagi oleh Bupati Sugiri Sancoko untuk menjadi kepala dinas yang mengurusi bagian infrastruktur.
Sementara kepala DPUPKP sebelumnya, Henry Indera Wardana akhirnya mengisi jabatan yang ditinggalkan Jamus Kunto di BPBD Ponorogo. Menurut informasi yang dihimpun oleh beritajatim.com, mutasi yang dilakukan pada hari Jumat sore itu tercatat ada 17 jabatan di lingkup Pemkab Ponorogo yang dilakukan mutasi. Baik itu pejabat eselon 2, eselon 3 hingga eselon 4. Untuk eselon 2, pergeserannya hanya kepala DPUPKP dan Kalaksa BPBD Ponorogo. Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyebut bahwa mutasi yang dilakukan tersebut tidak mendadak. Hal tersebut dilakukan untuk lancarnya roda pemerintahan di bumi reog.
Sugiri menyebut bahwa mutasi atau pergeseran jabatan yang Ia lakukan memang murni untuk meningkatkan kinerja yang lebih baik. Sehingga memang bukan ruang pencitraan, mutasi merupakan ruang internal yang harus diselesaikan untuk mendukung percepatan program yang dicanangkan oleh Pemkab Ponorogo dan legislatif. (end/kun)






