Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto berharap sosialisasi pemilihan umum bisa berdampak terhadap perekonomian masyarakat di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Setiap momentum harus digunakan untuk menguatkan perekonomian yang terpuruk pada masa pandemi.
“Apapun institusi di negeri ini sekarang, dengan masalah ekonomi global, terutama diinisiasi pemerintah mulai dari pusat sampai di bawah, RT dan RW, harus melaksanakan kegiatan-kegiiatan yang menyertakan masyarakat. Apapun,” kata Hendy, usai serah terima pinjam pakai aset untuk kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jember, Selasa (6/9/2022).
“Katakan begini: kalau ada pertemuan, apa harus di dalam gedung? Kalau memang di luar gedung kenapa tidak? Kan esensinya tidak ada rahasia. Kecuali kalau omong rahasia. Tapi menurut saya tidak ada rahasia, dan semua orang boleh dengar, dan di sekitar (lokasi kegiatan) ada transaksi jual beli. Kalau itu dilakukan di satu titik, perputaran duit tidak kecil,” kata Hendy.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemilu-jember-2024″]
Hal ini, lanjut Hendy, membuat perhatian masyarakat tak lagi tersita pada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). “Yang penting kan mampu membeli. Meski harga BBM naik, tapi mampu membeli kan lebih bagus. Daripada BBM tidak naik, tapi tidak mampu membeli. Ini harus kita lakukan dengan menggerakkan masyarakat,” katanya.
Menanggapi permintaan Bupati Hendy, Ketua Bawaslu Jember Thobrony Pusaka mengatakan, struktur di Bawaslu terpisah dengan pemerintah daerah. “Cuma kami memang membutuhkan support dari pemerintah daerah. Anggaran kami juga dari APBN untuk Pemilu 2024,” katanya.
“Dalam RAB (Rencana Anggara Biaya) kami untuk melakukan sosialisasi bisa saja di luar gedung. Tapi untuk mengundang UMKM kami tak bisa lakukan, karena berbeda. Tapi kami akan coba elaborasi supaya acara-acara kami lebih kreatif,” kata Thobrony. [wir/ted]






