Jember (beritajatim.com) – Pimpinan DPRD Jember, Jawa Timur, menandatangani pernyataan dukungan aksi ratusan mahasiswa kelompok Cipayung Plus yang menolak kenaikan harga bahan bakar minyak, Selasa (6/9/2022).
Mereka adalah Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi; Wakil Ketua DPRD Jember dari Gerindra, Ahmad Halim; Wakil Ketua DPRD Jember dari Nasdem, Dedy Dwi Setiawan; Wakil Ketua DPRD Jember dari PDI Perjuangan Agus Sofyan.
Selain empat pimpinan tadi, ada tiga legislator yang juga menandatangani pernyataan dukungan, yakni Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Ahmad Dhafir Syah, dan anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Imron Baihaqi.
Itqon menandatangani dukungan itu lebih dulu di atas punggung Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Achmad Dhafir Syah dengan disaksikan ratusan orang mahasiswa, di halaman gedung DPRD Jember.
Ada empat poin dukungan. Pertama, menolak kenaikan harga BBM dengan alasan apapun. Kedua, berkomitmen mendesak pemerintah pusat agar menurunkan harga BBM. Ketiga, berkomitmen dan mendesak pemerintah pusat agar segera memberantas pemburu rente dan mengevaluasi kinerja Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
Tunda program strategis nasional yang tidak berpihak kepada rakyat. Segera lakukan reformasi perpajakan untuk kepentingan masyarakat. Terakhir, menindaklanjuti tuntutan tersebut dengan mengirimkan surat pernyataan tersebut kepada pemerintah pusat selambat-lambatnya dua kali 24 jam.
[berita-terkait number=”2″ tag=”demo-bbm”]
Itqon Syauqi berjanji menyampaikan pernyataan itu kepada kementerian terkait. “Cipayung Plus tidak mau surat itu diantar ke DPR RI. Aspirasi mohon disampaikan langsung ke Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral),” katanya.
Itqon segera berkoordinasi dengan para ketua fraksi yang tak hadir hari ini agar besok datang ke kantor untuk menandatangani pernyataan mahasiswa. Penandatanganan tersebut akan didokumentasikan sebagai bukti kepada mahasiswa bahwa pakta integritas tersebut sudah ditandatangani.
Hanya satu fraksi yang belum menandatangani surat pernyataan dukungan tersebut, yakni Fraksi Pandekar yang merupakan gabungan dari legislator PAN, Demokrat, dan Golkar. Mereka sedang mengikuti bimbingan teknis di luar kota. “Tapi akan saya hubungi. Minimal ketua fraksinya pulang ke Jember dulu karena ini sangat mendesak, kami diberi waktu dua kali 24 jam,” kata Itqon.
Cipayung Plus terdiri atas tujuh organisasi yakni Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI).
[berita-terkait number=”2″ tag=”dprd-jember”]
Mereka menyerukan tujuh tuntutan, yakni menolak kenaikan harga BBM dan tarif dasar listrik, mendesak pemerintah pusat mengevaluasi kinerja Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), mendesak pemerintah pusat untuk segera memberantas pemburu rente.
“Keempat, tunda proyek strategis nasional yang tidak berpihak kepada rakyat untuk diahlihkan kepada subsidi BBM dan segera membangun energi terbarukan. Kelima, lakukan reformasi perpajakan dan wujudkan pajak berkeadilan,” kata David Rizal Firmansyah, salah satu aktivis.
Para mahasiswa mengajak masyarakat untuk mengawal kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyar. “Ketujuh, mengecam represi aparat di ruang-ruang demokrasi,” kara David. [wir/suf]






