Surabaya (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Surabaya menemukan 15.915 dari total 50.283 data anggota partai politik calon peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2024) berpotensi ganda. Temuan ini didapat selama proses verifikasi administrasi yang dijalankan KPUD bersama Bawaslu Kota Surabaya dalam kurun waktu 16-22 Agustus 2022.
Data tersebut terekam dalam Sistem Informasi Anggota Partai Politik (Sipol) yang diunggah oleh 24 parpol calon peserta Pemilu. Meski begitu, tiap parpol masih bisa memperbaiki data tersebut hingga 26 Agustus 2022.
“Jadi di Surabaya ada 24 parpol calon peserta Pemilu di tahun 2024. Yang terdaftar di Sipol masih merujuk akun Sipol dari 24 Parpol terdapat 50.263 dokumen keanggotaan Parpol. Nah dari 50.263 ini, 15.915 diantaranya berpotensi ganda dan berpotensi TMS (Tidak Memenuhi Syarat),” kata Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Surabaya, Soeprayitno, Rabu (24/8/2022).
Lanjutnya, terdapat anggota yang ganda di internal Parpol itu sendiri. Bahkan, juga terdapat data ganda dengan parpol lain yang disebut ganda eksternal.
“Yang kami temukan hingga tadi sekitar pukul 2 dini hari, terdapat satu data anggota parpol itu ganda identik, artinya dia terdaftar di 2 sampai 3 Parpol yang berbeda,” katanya.
KPU akan melanjutkan Vermin untuk gelombang kedua yang akan dimulai pada Selasa depan. Dengan jumlah 34.348 data anggota Parpol yang terrangkum di akun Sipol KPU.
“Deadline-nya tanggal 29 Agustus, sesuai dengan Surat Keputusan (SK) KPU RI Nomor 260 Tahun 2022, tentang Pedoman Teknis Bagi KPU, KPU Provinsi dan KPU Kab/Kota Dalam Pelaksanaan Pendaftaraan, Verifikasi dan Penetapan Partai Politik Peserta Pemilihan Umum Anggota DPR dan DPRD,” jelasnya.
Usai Vermin, kata Soeprayitno, akan dilanjutkan dengan Verifikasi Faktual (Verfak). Verfak sendiri berfungsi untuk mengetahui kebenaran faktual keanggotan Parpol tersebut.
“Jadi, Vermin dan Verfak ini juga bagian dari penentu untuk Parpol, agar bisa menjadi peserta Pemilu yang akan ditetapkan di 14 Desember mendatang,” tegasnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pemilu-2024″]
Saat disinggung mengenai Parpol mana yang paling banyak ditemukan data yang berpotensi TMS, pihaknya enggan menyebutkannya. “Ya nggak elok jugalah kalau kita sebutkan,” tuntasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Bawaslu Kota Surabaya, M. Agil Akbar menyebutkan, pihaknya melakukan pengawasan Vermin melalui akun sipol yang diberikan KPU ke Bawaslu. Kemudian mendapati sejumlah 15.915 data keanggotan Parpol yang berpotensi untuk TMS, data ganda dan data tidak sesuai.
“Data tersebut memang perlu tindaklanjut dari Parpol terkait. Karena sudah diatur dalam Surat Keputusan KPU RI Nomor 260/2022. Bahwa, KPU menyerahkan data bermasalah tersebut kepada Parpol melalui akun Sipol masing-masing Parpol,” katanya.
Agil menyebutkan ada beberapa potensi data bermasalah tersebut ditemukan di semua Parpol. Di PKB, misalnya, ditemukan 101 potensi data bermasalah. Di Hanura ada 70 dugaan keanggotaan bermasalah. Di Nasdem dan PSI masing-masing 39 anggota yang jadi catatan.
Bawaslu membagi empat jenis data yang bermasalah. Pertama, data ganda dalam satu parpol. Kedua, kegandaan antarparpol. Artinya, seorang anggota atau pengurus parpol terdaftar di lebih dari satu parpol.
Persoalan ketiga timbul karena data keanggotaan tidak sama dengan identitas dalam e-KTP. Terakhir, data yang bersangkutan tidak terdaftar dalam daftar pemilih.
“Setelah ini kami akan memberikan himbauan kepada Parpol untuk memantau akun Sipol-nya. Supaya segera melengkapi dokumen-dokumen penting yang dibutuhkan sesuai dengan ketentuan,” pungkasnya. [asg/beq]






