Sumenep (beritajatim.com) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumenep terus mengedukasi masyarakat, terutama pelajar, untuk mengenal profesi wartawan. Salah satunya, lewat Safari Jurnalistik di SMA Negeri Gapura yang dihelat untuk mendekatkan para pelajar dengan profesi yang digeluti para pewarta.
Kepala SMA Negeri Gapura, Budi Hartono menilai, tugas wartawan menulis berita setiap hari sebagai salah satu bentuk penerjemahan amanah Rasulullah sebagai pembawa kabar.
“Tetapi kabar yang dibawa adalah kabar-kabar yang baik. Artinya bukan fitnah atau mengada-ada. Saya percaya kalau wartawan di PWI Sumenep ini juga baik-baik,” kata Budi saat membuka Safari Jurnalistik PWI Sumenep, Selasa (16/8/2022).
Safari Jurnalistik PWI Sumenep digelar dalam rangkaian ‘Merdeka Pers’. Kegiatan tersebut dģilakukan dengan datang ke sekolah- sekolah, berbagi ilmu tentang dasar-dasar jurnalistik.
“Kami bangga, sekolah kami menjadi salah satu sekolah yang terpilih menjadi lokasi Safari Jurnalistik PWI. Ini ilmu yang sangat bermanfaat bagi anak-anak kami yang akan menerbitkan buletin,” terang Budi.
Pada kesempatan yang sama, Ketua PWI Sumenep, Syamsul Arifin menjelaskan, Safari Jurnalistik ke sekolah-sekolah merupakan salah satu agenda tahunan PWI Sumenep. “Sasaran kami sementara ini siswa -siswa SMA. Terutama yang di sekolahnya ada ektra kurikuler jurnalistik, atau sudah punya majalah sekolah,” ujarnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Sumenep”]
Ia memastikan seluruh pemateri dalam Safari Jurnalistik ini adalah para jurnalis yang telah lulus dalam Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Dia menjamin para pemateri adalah mereka yang sudah sangat kompeten di bidangnya.
“Jadi oleh Dewan Pers, kami sudah dinyatakan kompeten sebagai wartawan setelah menjalani UKW dengan berbagai jenjang,” ucapnya.
Untuk Safari Jurnalistik di SMA Negeri Gapura, diisi oleh Moh. Rifai, wartawan Harian Surya, dan Ibnu Hajar, pemimpin redaksi Radio Nada FM. [tem/beq]






