Ponorogo (beritajatim.com) – Beberapa waktu yang lalu, ada 4 paket pekerjaan infrastruktur yang dilakukan tender ulang. Alasan tender ulang ini, dikarenakan tidak ada peserta yang lulus dalam evaluasi penawaran.
Dari hasil pantauan lawan website Layanan Pengadaan Sistem Elektronik (LPSE) Ponorogo, ada 3 dari 4 paket pekerjaan yang ditender ulang itu keterangan tulisannya tender gagal. Yakni peningkatan jalan Ngrayun-Jajar, hotmix jalan poros Jetis Bedoho menuju Klepu Desa Bedoho dan hotmix jalan poros desa Dukuh Jurug dan Dukuh Kranggan Desa Jurug Kecamatan Sooko.
Namun, menurut keterangan dari Kepala bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah (Setda) Ponorogo Budi Darmawan, tidak ada paket pekerjaan perbaikan infrastruktur jalan yang dibiayai program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang gagal tander lagi. Menurutnya, 3 paket pekerjaan tersebut sudah dilakukan tender ulang pada 28 juli lalu dan ada 5-7 rekanan yang ikut penawaran. “Tidak ada paket pekerjaan yang dibiayai PEN gagal tender. Beberapa waktu lalu ada 4 pekerjaan yang dilakukan tender ulang,” kata Budi Darmawan, Kamis (11/8/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-ponorogo”]
Budi Darmawan menjelaskan jika di laman website tersebut muncul tulisan keterangan gagal tender, hal itu dikarenakan ada bug atau error disistem LPSE. Atas kejadian itu, kata Budi pihaknya sudah melaporkan lewat help desk. Saat ini, lanjut Budi Darmawan ketiga paket perbaikan infrastruktur jalan tersebut, sudah ada penawarnya. Berdasarkan halaman LPSE, ada 5 sampai 7 penawar dalam setiap paketnya. Sehingga kini prosesnya masih menunggu pengumuman. “Masih jalan ini prosesnya, buktinya prosesnya masih berjalan. Penawarnya pun disetiap paket pekerjaan ada 5&7 penawar,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 51 paket pekerjaan peningkatan infrastruktur jalan sudah naik lelang pada pertengahan bulan Juli lalu. Dari jumlah itu, ada 4 paket pekerjaan yang dilakukan tender ulang. Alasan dilakukan tender ulang ini, menurut Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah (Setda) Ponorogo Budi Darmawan, dikarenakan hasil evaluasi dari kelompok kerja (pokja). Pokja menilai, tidak ada peserta yang lulus dalam evaluasi penawaran.
“Jadwal tender ulang untuk 4 paket pekerjaan ini sudah kami tayangkan sejak 28 Juli lalu. Pemasukan penawaran terakhir pada hari Kamis besok, tanggal 4 Agustus hingga pukul 09.00 WIB,” kata Budi.
Keempat paket pekerjaan yang dilakukan tender ulang ini, meliputi pekerjaan peningkatan jalan hotmix jalan Bantarangin Desa Somoroto Kecamatan Kauman, pekerjaan hotmix jalan Dukuh Jurug-Kranggan, Desa Jurug Kecamatan Sooko. Kemudian peningkatan jalan poros Jetis-Klepu Desa Bedoho Kecamatan Sooko dan peningkatan jalan Ngrayun-Jajar Kecamatan Ngrayun.
“Dari keempat paket pekerjaan itu, peningkatan jalan Ngrayun-Jajar itu yang nominalnya cukup besar, yakni mencapai Rp 2 miliar lebih. Sementara untuk ketiga paket pekerjaan lainnya, nominalnya semua dibawah Rp 1 miliar,” ungkap Budi. (end/kun)






