Surabaya (beritajatim.com) – Bunga gladiol adalah bunga simbol kelahiran orang di bulan Agustus. Gladiol melambangkan kekuatan, kemurahan hati, kejujuran, dan integritas. Bunga yang mencolok satu ini memiliki daun runcing seperti pedang.
Bunga Gladiol sebagai bunga potong yang memiliki nilai estetika dan juga nilai ekonomi. Bunga ini dapat bertahan 5 sampai 10 hari, sehingga masyarakat sering menggunakan bunga ini sebagai dekorasi.
Ciri-ciri Bunga Gladiol
Gladius termasuk ke dalam subkelas Monocotyledonae yang memiliki akar serabut. Ciri lain dari Gladius adalah dapat tumbuh membentuk akar kontraktif saat terjadi pembentukan subang baru.
Subang sendiri merupakan tempat menyimpan persediaan makanan yang dapat berfungsi sebagai alat reproduksi pada tanaman Gladiol. Untuk menghasilkan bunga berukuran standar, subang baru membutuhkan waktu dua hingga empat tahun.
Ketebalan daging yang terdapat di akar berdiameter dekitar 0,7 cm dan berwarna putih. Daging akar ini memiliki fungsi untuk tatakan atau penyangga subang baru pada lapisan tanah agar berada pada tempat yang tepat.
Selain itu keunikan dari tanaman ini adalah struktur bunga yang bervariasi. Gladius memiliki banyak warna yaitu ungu, pink, orange, putih, merah, kuning. Dan masih banyak yang lainnya.
Pada akar kontraktif terdapat beberapa rambut halus yang bertugas untuk menyerap air. Subang Induk akan terus digantikan oleh subang harus yang selalu berkembang.
Daun dari bunga ini berukuran 50-80 cm dengan lebar 1-4 berbentuk panjang dan meruncing. pada setiap batang biasanya terdiri 1-12 helai daun yang tersusun pada bagian dasar. Gladius biasanya baru dapat berbunga setelah memiliki daun minimal 8 helai.
Jenis-jenis Bunga Gladiol
Ada beragam jenis dari Bunga Gladiol yang terdapat di seluruh dunia, mulai dari Gladiolus Hybridus, Murielae, Italicus, Illyricus, Tristis, Scarlet dan masih banyak lagi. Namun diantara semua jenis ada beberapa jenis yang populer antara lain :
Gladiolus Ramosus, bunga jenis ini memiliki ciri tangkai yang panjang sekitar 100-300 cm. Gladiolus Gandavensis, termasuk tanaman yang memiliki ukuran besar dan panjang sekitar 90-150 , bunga dari jenis ini tersusun tumpang tindih. Gladiolus Primulinus, bunga jenis ini berkebalikan dengan jenis Gandavensis. Karena jenis Primunilus berukuran kecil dengan panjang tangkai sekitar 90 cm serta kuat. dan Gladiolus Nanus, jenis ini memiliki panjang tangkai 35 cm yang melengkung.
Fakta Unik Bunga Gladiol
Bunga Gladiol merupakan salah satu tanaman bunga hias yang memiliki aneka warna. Bunga dari kelompok Lily ini, biasanya memiliki panjang bunga sekitar 3 sampai 4 meter. Gladiol yang berasal dari Afrika Selatan ini, punya beberapa fakta unik yang patut kamu ketahui:
1. Punya nama lain
Bunga gladiol yang dikenal di Indonesia sebagai bunga bakung ini punya nama lain, lo. Karena bentuk tanaman bunga ini seperti pedang, maka gladiol disebut juga sebagai bunga pedang. Bahasa latinnya adalah Gladiolus, artinya pedang kecil. Sedangkan di Yunani, gladiol punya nama kuno, Xiphium. Berasal dari kata Xiphos. Artinya juga sama dengan Gladiolus, yaitu pedang.
2. Family iridaceae
Termasuk dalam family iridaceae, gladiol sering disebut-sebut sebagai bunga kelahiran bagi orang yang lahir pada bulan Agustus.
3. Bunga tua
Tahun 1730, Gladiol memasuki daratan Eropa dan mulai berkembang di Belanda. Sementara itu, gladiol telah menyebar sejak 2.000 tahun silam di Asia. Menurut hasil penelitian pada tahun 1998, Indonesia mengenal 20 varietas gladiol dari Belanda. Bunga-bunga ini kemudian diuji tanam di kebun percobaan sub balai penelitian hortikultura, Cipanas.
4. Bunga obat
Beberapa bagian tanaman gladiol memang beracun. Bahkan, beberapa jenis bunga ini dapat menyebabkan iritasi kulit maupun alergi. Namun, di Mediterania dan Inggris, bunga gladiol digunakan untuk pengobatan fisik.
5. Untuk ritual
Bunga gladiol adalah salah satu bunga potong yang paling sering dicari. Biasanya, bunga ini dipakai untuk upacara agama, beberapa acara tradisional, upacara kenegaraan, dan keperluan ritual lainnya.
6. Cepat layu
Bunga gladiol merupakan bunga yang tergolong mudah kehilangan air, sehingga akan sangat cepat layu. Kondisi tersebut masih dapat disiasati, kok. Tentunya dengan teknik memanen yang benar. Sebaiknya, bunga potong tidak dipanen ketika Matahari terbit atau pun menjelang petang. Selain itu, batang bunga dipotong miring. Hal tersebut berguna agar tercipta penampang batang yang lebih luas untuk menyerap air. (dae/ian)






