Mojokerto (beritajatim.com) – Bersama Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Jombang, Kota Mojokerto akan menjadi tuan rumah pelaksana Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Jawa Timur tahun 2023 mendatang. Terkait hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) mengajukan 11 cabang olahraga (cabor) untuk dilaksanakan di Kota Mojokerto.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari usai menggelar rapat koordinasi bersama pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Mojokerto di ruang Sabha Pambojana, Rumah Rakyat, Jalan Hayam Wuruk 50, Kota Mojokerto, Selasa (2/8/2022). “Dalam surat permohonan tersebut kami mengajukan 11 cabor untuk dilaksanakan di Kota Mojokerto,” ungkapnya.
Pemkot Mojokerto melayangkan surat permohonan izin kepada Gubernur Jawa Timur dan pengurus KONI Jawa Timur terkait cabang olahraga (cabor) apa saja yang dilaksanakan di Kota Mojokerto. Sebanyak 11 cabor tersebut adalah billiar, pentaque, woodball, wushu, e-sport, bola tangan, judo, angkat berat, sport dance, angkat besi dan binaraga.
“Cabor tersebut kita ajukan karena kita bisa mempersiapkan venue nya dan juga ada atlet-atlet dari Kota Mojokerto yang tentunya berprestasi dalam cabor tersebut. Sebagai tuan rumah pelaksanaan Porprov VIII mendatang tidak harus banyak cabor yang diselenggarakan di Kota Mojokerto. Prinsipnya jangan ingin berperan di satu sisi tapi membebankan sisi yang lain,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”porprov-jatim”]
Lebih baik tidak banyak cabor, masih kata Ning Ita (sapaan akrab, red), namun bisa memberikan yang terbaik. Menurutnya, Rejoto sangat potensial untuk beberapa cabor, namun mengingat tahun 2023 sudah mulai pelaksanaan pembangunan Kawasan Wisata Bahari Majapahit yang merupakan pendukung KSPN Trowulan, sehingga cabor-cabor tersebut tidak diajukan.
“Saya sampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus KONI yang mencapai melebihi target dalam Porprov VII. Tidak masalah atlet dari Kota Mojokerto hanya sedikit namun semuanya berprestasi. Saya tidak mengukur kuantitas tapi kualitas,” tegasnya.
Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini juga mengingatkan bahwa untuk kesuksesan penyelenggaraan Porprov di Kota Mojokerto tak lepas dari koordinasi yang baik. Disporapar selaku penanggungjawab utama penyelenggaraan Porprov, Dinas PUPRPRKP selaku pengampu sarana prasarana dan KONI Kota Mojokerto. [tin/suf]






