Pasuruan (beritajatim.com) – Sudah tiga tahun jalan alternatif di Desa Kedungboto, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan rusak parah. Namun perangkat desa hanya di beri janji manis oleh Dinas PU Bina Marga dan Bina Kontruksi.
Akibatnya sepanjang jalur tersebut di tanami pohon pisang di tujuh titik. Hal ini dilakukan guna Pemkab Pasuruan khususnya Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi memperhatikan jalan perbatasan antara Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Sidoarjo.
“Sudah dua kali kami cuman diberi janji manis. Dulu bilangnya akan diperbaiki jalannya, cuman dananya kepakai untuk bantuan Covid-19 dan rekofusing,” kata Kades Kedungboto, Subandi, Senin (1/8/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”jalan-rusak”]
Subandi juga menjelaskan bahwa jalan rusak yang saat ini dikeluhkan warga mencapai panjang 600 meter. Tak hanya itu warga Desa Kedungboto juga mengalami gangguan pernapasan.
Wakil Bupati Pasuruan, Gus Mujib saat melakukan kunjungan di Desa Kedungboto beberaoa waktu lalu juga menjanjikan bahwa jalan ini nantinya akan diperbaiki. Namun sampai saat ini tidak ada tanggapan dari Pemkab maupun Dinas terkait dengan perbaikan jalan. “Terpaksa pakai uang pribadi sebanyak kurang lebih Rp 20 juta untuk memperbaiki jalan. Karena warga juga mengeluh terus, kan saya jadi bingung,” lanjut Kades.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi tidak bisa dihubungi sampai saat ini. (ada/kun)






