Gresik (beritajatim.com) – Untuk menekan kebocoran air yang selama ini dikeluhkan oleh masyarakat, Perumda Giri Tirta Gresik melakukan uji coba sistem penyedia air minum (SPAM) dari sumber air Bendungan Gerak Sembayat atau BGS.
Sistem SPAM itu dioperasikan pada pertengahan Agustus 2022. Saat ini, Perumda Giri Tirta sedang melakukan commisioning test atau uji coba. Uji coba ini dilakukan untuk mengecek apabila terjadi kendala.
Dirut Perumda Giri Tirta Kurnia Suryandi menuturkan, jika tidak ada halangan, maka launching akan dilakukan pertengahan Agustus. Saat ini BGS sedang dilakukan tahap flushing sekaligus commissioning test untuk pengecekan jaringan. “Jika dalam tes ini ada kebocoran, harus diperbaiki dulu sebelum didistribusikan ke pelanggan,” tuturnya, Rabu (20/7/2022).
SPAM ini nantinya bisa memproduki 1.000 liter per detik (lpd). Namun, untuk mencapai kapasitas tersebut dilakukan secara bertahap. Di tahap awal, BGS bisa mengalirkan air sebesar 450 lpd, begitu seterusnya sampai mencapai 1000 lpd.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pdam-gresik”]
Sementara itu, untuk tahap awal pasokan dari SPAM BGS akan digunakan untuk melayani industri. Malahan sejumlah industri telah melakukan komunikasi untuk menggunakan air dari BGS. Sebab, jumlah pengajuan dari masyarakat wilayah Gresik utara masih minim. “Pelanggannya didominasi dari sektor industri,” ujar Kurnia Suryandi.
Seperti diketahui, SPAM BGS itu senilai Rp 618 miliar. Dengan estimasi produksi awal mencapai 500 liter per detik (lpd). Begitu seterusnya sampai tahun 2023 hingga mencapai kapasitas maksimal 1.000 lpd.
Dengan kapasitas sebesar itu, BGS digadang-gadang akan mampu memenuhi kebutuhan air di wilayah Gresik Utara. Pasalnya, selama ini wilayah utara belum teraliri SPAM. Misalnya, sebagian Kecamatan Manyar, Bungah, Sidayu, dan Kecamatan Dukun. [dny/suf]






