Pamekasan (beritajatim.com) – Bupati Pamekasan, Badrut Tamam menilai olahraga menjadi salah satu elemen penting dalam menarik komunitas tanpa batas. Termasuk tiga elemen lainnya, yakni kesenian, kebudayaan, ideologi.
Hal tersebut disampaikan bupati muda yang familiar disapa Mas Tamam saat menjamu Keluarga Besar Madura United FC di halaman dalam rumah dinas bupati di kompleks Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Jl Pamong Praja Nomor 1 Pamekasan, Senin (18/7/2022) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Badrut Tamam didampingi Wakil Bupati Pamekasan, Fattah Jasin beserta jajaran. Di antaranya Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan, Kusairi serta jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Pamekasan.
Selain itu juga tampak hadir Kapolres Pamekasan, AKBP Rogib Triyanto, Dandim 0826 Pamekasan, Letkol Inf Ubaidillah, Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Zia Ul Haq Abdurrahim, Manajer Madura United FC, Umar Wachdin, Coach Fabio Lefundes beserta jajaran staf pelatih, pemain, ofisial dan lainnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”badrut-tamam”]
“Bahagia sekali rasanya kita diberi kesempatan sehat, serta dapat berkumpul di Pendopo Pengeran Ronggosukowati ini dalam keadaan sehat. Semoga pada laga perdana (23 Juli 2022) besok, bisa menang dan mengamankan poin sempurna,” kata Bupati Badrut Tamam.
Bahkan dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan beberapa poin penting seputar silaturrahmi seperti yang dilakukannya saat ini. “Ada empat hal berkumpul dengan status tanpa batas, pertama olahraga, kedua kesenian dan kebudayaan, ketiga ideologi dan keempat komunitas,” ungkapnya.
“Apapun janis olahraganya, orang bisa bersatu dan rela berkorban karena olahraga, bahkan orang-orang juga rela meluangkan waktu, tenaga hingga materil. Kesenian dan kebudayaan juga sama, karena orang ingin mendapat hiburan,” sambung Mas Tamam.
[berita-terkait number=”3″ tag=”bupati-Pamekasan”]
Efek luas dan luar biasa tersebut sangat perlu untuk didukung, karena hal itu dapat menjadi sarana persatuan sekaligus motivasi untuk menjadi pemenang. “Ketiga ideologi juga dapat menyatukan orang, di antaranya dalam berbangsa dan bernegara. Termasuk komunitas seperti komunitas sepeda ontel, vespa dan komunitas lainnya,” jelasnya.
“Dari itu mari kita bersama-sama menyatukan hati dan pikiran dalam bingkai NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Kita semua sangat perlu bergandengan tangan untuk membawa etos kerja Madura ke kencah nasional,” tegas Mas Tamam.
Tidak kalah penting, pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak khususnya keluarga besar Madura United FC yang sudah berkunjung ke Manhdapa Aghung. “Bagaimanapun kita harus meyakini bahwa olahraga menjadi salah satu sarana pemersatu,” pungkasnya. [pin/beq]






