Magetan (beritajatim.com) – Adella dan Alifia bersemangat mengikuti pelajaran di SDN Ngelang I, Desa Ngelang, Kecamatan Kartoharjo, Magetan, Jawa Timur.
Guru mereka yakni Nunik Kurniawati dengan sabar mengajari mereka. Dua anak yang duduk di bangku kelas I itu memang hanya berdua saja.
Namun, kelas yang sepi itu bukan hanya di kelas I, kelas II ada enam siswa, dan kelas IV ada empat siswa. Jika dijumlah, total siswa di SDN Ngelang I hanya 33 siswa saja.
Ancoko Plt Kepala SDN Ngelang I membenarkan jika tahun ini kelas I hanya ada dua siswi saja. Dua siswi itu berasal dari dusun yang sudah jadi wilayah SDN Ngelang I. Sementara, dusun satunya jadi wilayah SDN Ngelang II.
“Sebelumnya ada 8 anak di TK ya. Kemudian karena ada batas kewilayahan hanya dua yang bisa masuk ke SD kami, sisanya di SDN Ngelang II,” terang Ancoko pada beritajatim.com, Senin (18/7/2022)
Dia menyebut jika pihaknya sudah sempat mendengar ada rencana regrouping dengan SDN Ngelang II. Jumlah siswa di SDN Ngelang II hanya 36 siswa. Sehingga, sudah bisa diregrouping.
[berita-terkait number=”4″ tag=”magetan”]
Bahkan, pihaknya sudah memberitahukan kepada seluruh orang tua siswa dan pihak Pemerintah Desa Ngelang. Ancoko mengaku jika semua orang tua sudah menerima jika ada regrouping.
“Tapi kami belum tahu ya kenapa tahun ini belum jadi diregrouping. Karena, semakin tahun kan memang siswa itu menurun terus jumlahnya. Kalau di sini penyebabnya adalah minimnya lulusan TK,” katanya.
Lulusan TK yang sudah minim itu pun harus dibagi lagi sesuai dengan wilayah SDN Ngelang I dan SDN Ngelang II. Imbasnya, jumlah siswa per kelasnya tak sampai 10 siswa. Bahkan ada yang kurang dari 5 siswa.
“Kami mengharap tahun depan bisa segera diregrouping. Karena sudah minim lulusan TK,” pungkasnya. (fiq/ted)






