Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Unit Reskrim Polsek Asemrowo menangkap dua pria yang menjadi komplotan pencuri besi penutup saluran air di beberapa titik di kota Surabaya. Dari hasil penyelidikan polisi, setidaknya aksi komplotan tersebut telah berhasil mencuri 46 buah penutup saluran air di trotoar Sukomanunggal, Tanjungsari dan Asemrowo.
Kapolsek Asemrowo, Kompol Hari Kurniawan mengatakan jika Dua dari sindikat pencuri aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya adalah itu Yan Mahendra (36) dan Adi Sony Saputra (32).
“Tersangka ini merupakan sindikat pencuri spesialis manhole. Ada tiga pelaku lagi yang saat ini masuk daftar pencarian orang (DPO). Dari kejadian tersebut merugikan pihak Pemkot Surabaya khususnya Dinas PU Bina Marga total kerugian sekitar Rp 360 juta,” kata Kapolsek Asemrowo Kompol Hari Kurniawan, Minggu (10/07/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pencurian”]
Hari menambahkan, dalam menjalankan operasinya, komplotan ini beraksi pada malam hari saat suasana sedang sepi. Ketika berhasil, keduanya langsung memotong-motong besi dan dijual.
“Jika merasa situasinya aman mereka melancarkan aksi. Setelah menguasai barang hasil curian, dia langsung menyerahkan barang itu dipotong potong dan dijual,” jelas Hari.
Hari mengatakan, komplotan ini terbongkar usai aksi pencurian di Jalan Tanjungsari sekitar pukul 00.47 WIB. Mendapat laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Asemrowo melaksanakan serangkaian penyelidikan.
“Dari rekaman CCTV, para pelaku awalnya datang ke TKP dengan mengendarai dua motor. Mereka berbagi peran. Dua DPO berperan eksekutor dan tiga diantaranya membantu menaikkan manhole ke becak,” katanya.
Berbekal barang bukti rekaman CCTV di lokasi kejadian. yaitu di kawasan Jalan Tanjungsari. Identitas Yan Mahendra berhasil terdeteksi. Dimana Sony juga bersembunyi di rumahnya Jalan Asem IV. Bergegas pihak bertolak ke lokasi yang dimaksud. Pada hari itu juga pagi sekitar pukul 07.00, Mahendra ditangkap.
Dari hasil penyelidikan, komplotan ini memiliki lima anggota pelaku. Selain Mahendra dan Sony, ada J,R dan F (DPO). Kelimanya memiliki peran yang berbeda.
“Mahendra, Sony dan J ini hanya bagian yang membawa dan menjual, Sedangkan dua pelaku R dan F pelaku utama yang berinisiatif, mengajak dan mengambil,” ujarnya.
Sementara itu, Sony mengaku baru baru sekali diajak mencuri. Dia mengatakan manhole diambil menggunakan peralatan seadanya seperti bongkahan batu untuk memecah besi penutup gorong gorong dan gerinda untuk memotong besi. “Baru sekali, uangnya untuk beli miras dan senag-senang bersama,” pungkasnya. (ang/kun)






