Jember (beritajatim.com) – Perayaan Iduladha tahun ini sangat bermakna bagi dua legislator DPRD Jember, Jawa Timur, Mufid dan Dannis Barlie Halim. Setelah merayakan dua kali dalam suasana pandemi Covid-10, Idul Adha kali ini dilaksanakan dalam suasana wabah penyakit mulut dan kaki (PMK) sapi ternak.
Namun dalam situasi seprihatin apapun, Mufid menilai perayaan Idul Adha tahun ini harus disyukuri. Sebab ini menjadi kesempatan bagi setiap orang untuk memperbaiki diri.
“Makna Idul Adha tahun ini bagi saya adalah Allah memberi kesempatan kehidupan kedua, dalam arti kita selamat dari pandemi untuk menjalankan hidup dan kehidupan lebih baik, serta terus berusaha mendekat diri kepada Allah SWT,” kata legislator Partai Kebangkitan Bangsa ini, Minggu (10/7/2022).
Mufid bersyukur bisa melewati pandemi Covid dengan selamat. “Masih segar dalam ingatan, pada bulan yang sama tahun lalum banyak sekali masyarakat bahkan sanak keluarga kita terdekat menjadi korban keganasan Covid-19. Hampir setiap hari kita mendengar dua sampai tiga kali siaran pengumuman di masjid tentang orang meninggal,” katanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”iduladha-2022″]
“Jadi menurut saya, esensi Idul Adha ini adalah bagaimana kita bisa menghilangkan ego sebagai makhluk sosial, membangun rasa empati kepada sesama. Salah satunya berkurban dengan ikhlas dan tentunya mengharap rida Allah SWT,” kata Mufid.
Dannis Barlie Halim dari Partai Nasional Demokrat mengatakan, tahun ini masyarakat desa sangat terdampak wabah PMK. “Mereka berharap pada saat hari raya ini bisa menjual ternak dengan harga di atas pasaran, tapi sekarang justru merugi, karena masyarakat takut mengonsumsi daging sapi,” katanya.
Dannis berharap pemerintah terus melakukan sosialisasi dan penanganan dampak PMK ini. “Dengan demikian tidak mencemaskan masyarakat desa, karena ternak sapi merupakan investasi masyarakat desa. Jadi tabungan untuk dijual pada saat Idul Adha. Saya berharap pemerintah turun tangan sehingga kegembiraan Idul Adha bisa dirasakan peternak dan penerima daging kurban,” katanya. [wir/beq]






