Magetan (beritajatim.com) – Ratusan racer asal Magetan dan berbagai daerah lain tumplek blek di Jalan Mayjend Sungkono Magetan. Total 246 pembalap bergabung dalam Road Race Bupati Cup Magetan, Sabtu (9/7/2022). Salah aatunya, team dari Black Hoe Racing Team Ngawi Ramah. Keempat racernya moncer dengan raih enam podium dalam satu gelaran road race tersebut.
Agus Budianto, promotor Black Hoe Racing Team Ngawi Ramah menyebut jika empat racernya yang moncer terdiri dari Octa Ricko di kelas Matic 130 CC pemula dengan finish posisi 5, kemudian Aam Haris yang berlaga di tiga kelas sekaligus yakni Bebek 4 Tak 125CC Open dengan podium 3, kemudian di kelas bebek 2 tak 116 CC open dan Matic TU 130CC Open di podium empat. Ada Fery S Mumu di kelas matic TU 130 Open di podium 5, dan peraih podium pertama di kelas bebek 150 standar Ecu 14 Tahun yakni Pandu.
“Ini capaian bagus. Tidak lepas dari setelan dari para mekanik yang pas dan selaras dengan apa yang diinginkan oleh racernya. Gemblengan kami untuk racer juga akhirnya bisa memberikan rasa percaya diri,” kata Agus Black, sapaan akrab Agus Budiono pada beritajatim.com, Sabtu (9/7/72022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”balap”]
Agus mengharap event serupa harus digelar kembali. Utamanya di wilayah Madiun Raya. Dia mengharap ada dukungan dari pemerintah daerah untuk membangun sirkuit road race. Selain menjaring pebalap muda, road race juga bakal jadi lahan basah untuk para mekanik.
“Mekanik yang sudah andal dalam menyetel motor seperti ini harus diwadahi. Jangan sampai herex atau motor berknalpot brong hanya dijadikan ajang pamer di jalanan dan menganggu pengguna jalan lainnya dan masyarakat. Jadikan ini sebagai salah satu bentuk kreativitas yang memiliki nilai ekonomi tinggi,” kata Agus.
Hal itu sudah diterapkan Agus di Bumi Ngawi Ramah, sehingga para mekanik yang jadi jujugan pecinta herex, knalpot brong diberi motivasi. Tak hanya sekadar memodifikasi untuk gaya-gayaan tapi harus naik level yang lebih bergengsi. “Itu juga untuk meningkatkan perekonomian, kami harap pemerintah ikut andil dalam fasilitasi bakat pembalap muda di Madiun Raya khususnya,” pungkas pengusaha asal Desa Grudo, Ngawi itu. [fiq/but]







