Surabaya (beritajatim.com) – Sukses menggelar Porprov ke VII di empat kota dan
kabupaten yakni Jember, Lumajang, Situbondo dan Bondowoso. KONI Jawa Timur akan
mengevaluasi kegiatan yang diikuti lebih dari seribu atlet dari seluruh wilayah di Jatim.
Disampaikan M Nabil, Ketua KONI Jawa Timur jika pihaknya akan mengevaluasi beberapa
hal yang terjadi di dalam Porprov Jatim ke VII ini salah satunya kasus pemalsuan data
yang dilakukan oleh kota Malang pada cabang olah raga Futasl di Kota Jember.
[berita-terkait number=”5″ tag=”KONI-Jatim”]
Pihaknya akan kembali melakukan evaluasi pengecekan data, karena sebagai Koni Jawa
Timur yang mewadahi seluruh cabang olah raga tidak ingin kejadian ini menjadi para
penghalang para atlet terhenti tidak bisa bertanding karena masalah pemalsuan data
bukan tindakakan yang merugikan semua pihak, dan membuat kondisi para atlet ini
menurun tidak bisa mengekspresikan dirinya untuk berprestasi karena masalah kecil.
Karana pada dasarnya atlet berprestasi ini ujungnya akan menjadi atlet Pusltada Jawa
Timur.
“jadi kita cek jika ada kekeliruan ya tentu akan kami evaluasi sebagai koni kita sama-
sama berkepentingan terhadap kegiatan porprov saat ini dan selanjutnya dan kami juga
butuh output jadi kita harus sama-sama memulihkan kesalahan ini jangan sampai ada
atlet yang terhenti tidak bisa bertanding hanya karena terbentur persoalaan administrasi
bukan karena masalah yang serius seperti pelanggaran kriminal, moral,’ ungkap Nabil,
Selasa (5/7/2022).
Bukan hanya pemalsuan data yang harus dilakukan evaluasi dari pihak Koni Jawa
Timur,laporan prestasi atlet secara administrasi dan suspansif harus segera dilakukan
artinya ini untuk pembinaan para atlet yang tidak mendapatkan medali dalam gelaran
Porporv namun memiliki potensi besar yang bisa dikembangakan harus dilaporkan para
pelatihya.
“Pertama kita akan evaluasi kegiatan kemarin dan alhamdulillah tidak ada hal terganggu
hanya dinamika kecil saja dan kita tengah ada ditahap meminta laporan prestasi atlet
baik yang menang secara administrasif maupun secara suspansif artinya hari ini mereka tidak menang di porpro tapi punya bakat besar yang bisa dikembangkan dan itu pelatih haris melaporkan dan kita juha akan melakukan semacam persiapan porprov lebih baik lagi dari sisi nomor aturan dan kegiatan lainnya di Proprov selanjutnya,” ucap Nabil.
Diketahui dalam gelaran Porprov ke VII di empat kabupaten ini, Kota Surabaya berhasil
meraih juara umum dengan perolah medali sebanyak 843 medali, dengan jumlah penerima
medali emas sebanyak 130, perak 99 dan perunggu sebanyak 125. Disusul oleh Kota
Malang sebanyak 486 medali, dimana sebanyak 70 medali emas, 67 perak dan 72
perunggu. Di susul Kabupaten Sidoarjo sebanyak 459 medali, 61 medali emas, 66 medali perak dan 83 medali perunggu. (way/kun)






