Gresik (beritajatim.com) – Ratusan sapi di wilayah Kabupaten Gresik, tepatnya di Desa Ngimboh, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik, divaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK). Vaksinasi ini dilakukan agar penyakit mematikan itu tidak meluas. Terlebih lagi menjelang Hari Raya Iduladha 1443 H.
H.Aziz salah satu peternak sapi menuturkan, dirinya sempat khawatir dengan merebaknya PMK yang menyebabkan peternak tidak bisa berbuat banyak karena banyak sapi yang mati terpapar.
“Adanya vaksin ini dapat mendukung peternak yang semula kuatir. Kali ini agak tenang yang terpenting dapat meminimalisir penyakit PMK,” tuturnya, Senin (4/07/2022).
Lebih lanjut Aziz mengatakan, menjelang Hari Raya Iduladha seharusnya peternak mengais rejeki dari menjual hewan ternak seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, merebaknya PMK peternak tidak bisa berbuat banyak.
“Mesti PMK belum mereda alhamdulillah dari 140 ekor semuanya dalam kondisi sehat, dan tidak ada indikasi terpapar penyakit,” katanya.
Sebelum dilakukan vaksinasi, anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 0817/13 Ujungpangkah, Koptu Yoyok berkoordinasi dengan camat dan pihak desa agar vaksin untuk hewan ternak dapat tersalurkan merata ke peternakan yang membutuhkan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”vaksin-pmk”]
“Vaksinasi dilakukan secara bertahap, dengan harapan untuk mencegah laju penyebaran PMK, dan nantinya akan ada vaksinasi kelanjutan agar lebih maksimal, berdasarkan penyampaian dari Dinas Pertanian (Distan),” ujarnya.
Sesuai arahan dari Distan Gresik, sapi yang sudah divaksin tidak boleh dijual atau dipotong. Pasalnya, sapi yang sudah menerima vaksin dosis pertama akan dilanjutkan dosis dua sampai booster. Keuntungannya sapi yang telah tervaksin lengkap ada sertifikat yang juga mempengaruhi harga jual ternak sapi. [dny/but]






