Magetan (beritajatim.com) – Kondisi bagian dalam Pasar Maospati I di Kelurahan Kraton, Maospati, Magetan, Jawa Timur memprihatinkan. Tampak semrawut dan bangunannya sudah usang.
Sayangnya, kondisi ini tidak mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Magetan. Padahal, bagian luar pasar sudah dipercantik pada 2020 lalu.
Para pedagang mengeluh tak nyaman berjualan. Mereka pun iri dengan para pemilik kios bisa berjualan di bagian depan pasar lantaran bangunannya yang rapi dan bersih, jauh berbeda dengan di dalam bangunan.
Salah satu pedagang, Sumardi, mengaku sedih berjualan di bagian dalam pasar. Setiap kali hujan, pedagang harus basah-basahan lantaran atap bocor.
“Kami menunggu Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk segera merehabilitasi pasar ini. Mau sampai kapan bagian dalam pasar semrawut?” kata Sumardi, Selasa (28/6/2022).
Sumardi mengatakan para pedagang sudah lama meminta pasar direhab. Sayangnya hingga saat ini tidak ada tindak lanjut dari Pemkab Magetan.
Pantauan beritajatim.com, mayoritas bagian dalam Pasar Maospati I merupakan bangunan lama. Sudah sejak puluhan tahun terakhir belum mengalami perbaikan skala besar.
Jika pernah, perbaikan yang dilakukan sifatnya kecil seperti kebocoran atap. Itupun tidak bersifat permanen. Selain itu, drainase pasar juga buruk karena mampet.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Magetan”]
Terpisah, Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Handoko mengungkapkan, pihaknya belum bisa menganggarkan perbaikan Pasar Maospati I. Meski bisa mengajukan dana dari Kementerian Perdagangan, pihaknya belum dapat melakukan perencanaan maupun perbaikan dalam waktu dekat.
“Karena untuk tahun ini difokuskan ke Pasar Baru. Untuk tahun 2023 juga difokuskan ke Pasar Baru dan Pasar Produk Unggulan (PPU). Jadi untuk bagian dalam Pasar Maospati I kami belum tahu kapan bisa diperbaiki, karena anggaran masih belum mencukupi,” kata Handoko pada beritajatim.com.
Handoko membenarkan pada 2020, seluruh bagian Pasar Maospati I bakal direhab. Namun, karena refocusing anggaran, dana yang minim membuat mereka hanya bisa merehab bagian depan dan samping kanan kiri pasar saja.
“Di tahun 2020 itu awalnya kami ajukan anggaran hingga Rp6,3 miliar ke Kementerian menggunakan APBN namun karena refocusing anggaran, Kementerian Perdagangan hanya bisa menganggarkan Rp2,2 miliar. Jadi hanya bagian luar atau depan dan samping kanan kiri saja yang direhabilitasi,” katanya.
Untuk diketahui, Pasar Maospati I sudah sempat direhab pada 2020 lalu. Tepatnya untuk kios- kios di bagian depan pasar. Dengan dana Rp2,2 miliar, Disperindag sudah memaksimalkan pembangunan.
Namun, untuk bagian dalam hingga hampir dua tahun kemudian belum jadi direhabilitasi karena anggaran masih terbatas. [fiq/beq]






