Bojonegoro (beritajatim.com) – Sebanyak 35 sumur produksi dan dua sumur injeksi yang ada di lapangan minyak dan gas bumi (migas) Sukowati saat ini hanya mampu memproduksi sebanyak 3.000 hingga 4.000 barel per hari.
Kapasitas ini mengalami penurunan cukup besar. Namun demikian, kondisi ini dianggap sudah biasa.
“Jumlah produksi itu mengalami penurunan. Kegiatan eksploitasi energi terbarukan memang sudah biasa mengalami penurunan,” ujar Senior Officer Community Relations and CID Pertamina Hulu Indonesia Zona 11, Ahmad Setiadi, Kamis (16/6/2022).
Pertamina EP Sukowati Field selaku operator saat ini hanya fokus untuk mempertahankan jumlah produksi. Sehingga tidak mengalami penurunan secara drastis.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Pertamina”]
“Kondisinya fluktuasi sekali tergantung kondisi sumur,” jelasnya.
Sebelumnya, produksi migas di lapangan Sukowati mencapai 5.340 barel per hari hingga Desember 2021.
Produksi tersebut, berasal dari 20 sumur aktif yang berada di Pad A dan Pad B Kabupaten Bojonegoro. [lus/beq]






