Surabaya (beritajatim.com) – Ahmad Nufiandani bermain cukup apik saat Persebaya melawan Bhayangkara FC di ajang Piala Presiden, Senin (13/6/2022) di Stadion GLBA, Bandung. Winger jebolan Persik Kediri ini mampu menekan pertahanan lawan.
Namun hal ini tak membuat Dhani sapaan akrabnya ini berpuas diri. Dia menyayangkan Persebaya kebobolan di menit akhir. Padahal seharusnya tim besutan Aji Santoso ini bisa memenangkan pertandingan pertamanya melawan Ruben Sanadi dkk.
Dhani mengatakan para pemain Persrbaya sudah bermain semaksimal mungkin sejak menit pertama. Hanya saja satu hal di menit akhir menjadi penentu hasil pertandingan. Para pemain kurang fokus dan hal ini menjadi satu evaluasi para pemain untuk pertandingan selanjutnya.
“Menurut saya kami di lapangan sudah maksimal mungkin. Tapi kita kurang fokus di menit-menit akhir, jadi itu yang menjadi evaluasi kami untuk fokus di menit 90,” ungkap Dani.
[berita-terkait number=”4″ tag=”persebaya”]
Pertahanan lini belakang Persebaya jebol ketika Anderson Sallles membaca peluang untuk bisa menekan pertahanan Leo Lelis dan Andika Ramadhani. Kurangnya fokus pemain dan miss komunikasi pemain di lini belakang kembali menjadi sorotan yang tajam bagi Persebaya.
Kebobolan di menit akhir pertandingan menjadi salah satu kelemahan tim besutan Aji Santoso sejak musim lalu. [way/but]






