Jombang (beritajatim.com) – Home industri atau rumah produksi kerajinan cor kuningan di Dusun Sanan Selatan, Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung, Jombang, Jawa Timur ludes terbakar. Rumah yang juga difungsikan sebagai tempat usaha itu milik Agus Pramono (51), warga setempat.
Kebakaran itu diketahui oleh warga sekitar ketika asap sudah membubung ke udara. Api juga sudah berkobar-kobar di home indistri tersebut. Warga mencoba melakukan pemadaman menggunakan alat seadanya. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kebakaran-jombang”]
Kencangnya hembusan angin membuat lidah api cepat menjalar. Mulai dari ruang belakang, kemudian menjalar ke ruang tengah dan ruang depan. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke PMK (Pemadam Kebakaran) Pos Mojoagung. Tak berselang lama mobil damkar (pemadam kebakaran) datang ke lokasi.
Sejumlah petugas langsung beraksi. Petugas menyemprotkan air ke lokasi rumah yang terbakar. “Warga mengetahui ketika rumah sudah terbakar. Lalu meminta bantuan ke pos PMK. Karena api terus membesar. Diketahui sekitar pukul 16.30 WIB,” kata Kepala Desa (Kades) Mojotrisno Nanang Sugianto.

Petugas PMK sempat kewalahan. Pasalnya, lidak api menjalar ke atap rumah. Selain itu juga membakar kayu yang ada di rumah tersebut. Praktis, seluruh perabotan sepeti meja kursi, almari ludes dilalap si jago merah. Bahkan kerajinan cor kuningan yang dipajang tempat usaha tersebut juga ludes. Semial, patung sapi berwarna kuning (kuningan) hangus menjadi kehitaman. Begitu juga dengan hasil kerajinan bentuk lainnya.
“Selain untuk tempat tinggal, rumah tersebut juga digunakan sebagai tempat produksi kerajinan cor kuningan. Bahkan hasil karya yang sudah siap jual juga dipajang di rumah tersebut. Semuanya ludes terbakar,” kata Kades Mojostrisno saat di lokasi.
Api baru bisa dipadamkan beberapa jam kemudian. Namun demikian, petugas terus melakukan pembasahan. Karena dikhawatirkan masih muncul titik api lainnya. “Saat kejadian pekerja cor kuningan sudah pulang. Kerugian berkisar ratusan juta rupiah. Dugaan sementara kebakaran disebabkan korsleting listrik,” ujar Mashudi, koordinator pos PMK Mojoagung. [suf]






