Banyuwangi (beritajatim.com) – Jack Robinson tampil maksimal saat bertanding di final World Surf League (WSL) Championship Tour di Pantai Plengkung, G-Land, Banyuwangi. Peselancar asal Australia itu berhasil menang atas peselancar peringkat 1 dunia Felipe Toledo asal Brazil.
Penampilan ciamik sejak awal oleh Jack Robinson memang terlihat. Hingga membawanya ke babak final yang cukup emosional.
Uniknya, kedua peselancar dipertemukan setelah keduanya mengalahkan lawan dari negara yang sama saat di semifinal. Jack Robinson bertemu Gabriel Medina asal Brazil. Sementara Felipe Toledo melawan Connor O’Leary dari negeri Kanguru, Australia.
[berita-terkait number=”5″ tag=”WSL”]
Keduanya melangkah ke final dengan pengalaman dan keterampilan ketangguhan masing-masing. Ombak pantai G-Land menjadi saksi penantian panjang 25 tahun mencari juara baru di laut Banyuwangi.
Hasil babak final Quiksilver Pro G-Land ini pun berakhir cukup ketat. Kedua pesurfer saling kejar mengejar angka mencari ombak terbaik. Hingga waktu memutuskan Jack Robinson berhasil mengumpulkan waktu 13.50 dan Filipe Toledo 13.16.
Hasil persekian detik itu membawa Jack Robinson membawa pulang gelar juara World Surf League (WSL) Championship Tour di Pantai Plengkung, G-Land. Pemenang pertama setelah 25 tahun penyelenggaraan vakum. “Saya berterima kasih kepada lautan karena memberi saya gelombang terakhir di detik-detik terakhir, itu adalah penyelesaian yang luar biasa,” kata Robinson.
“Saya tetap tenang, tetap percaya diri, dan saya percaya gelombang akan datang kepada saya. Ini adalah olahraga yang tidak terduga dan gila,” ungkap seusai memenangi kompetisi ini. Sabtu (4/6/2022).
Sementara itu, Felipe Toledo hasil ini menjadi pengalaman baru. Cukup memuaskan dengan kondisi alam di Pantai Plengkung, G-Land. “Ini pengalaman yang sangat keren berada di sini di hutan dan mengenal tempat baru,” kata Toledo.
“Ini adalah pertama kali kali saya di sini dan saya sangat senang dan menghargai semua orang dari kamp yang bekerja sangat keras untuk memberi kami pengalaman hebat di sini,” pungkasnya. (rin/kun)






