Ponorogo (beritajatim.com) – Kecelakaan lalu lintas (laka lantas), hingga menimbulkan korban jiwa, kembali terjadi di Ponorogo. Kali ini terjadi di perbatasan Ponorogo-Trenggalek, tepatnya di tikungan Pakendal masuk Dusun Blumbang, Desa Pangkal Kecamatan Sawoo.
Laka lantas terjadi antara sepeda motor dengan kendaraan roda empat. Akibat dari kejadian itu, pemuda asal Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah, yang menunggang sepeda motor, tewas saat di perjalanan menuju rumah sakit.
“Kejadian laka lantas itu terjadi kemarin sore, di perbatasan Ponorogo-Trengggalek, masuk Desa Pangkal Kecamatan Sawoo,” kata Kanit Laka Satlantas Polres Ponorogo, Iptu Imammudin, Senin (30/5/2022).
Kronologis kecelakaan itu berawal saat pengendara sepeda motor bernomor polisi AA 3117 NJ, bernama Riski Panca Utama (24) melaju dari arah Trenggalek ke Ponorogo. Dia merupakan bagian rombongan klub motor yang sedang melakukan perjalanan pulang ke Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Nah, saat berada di lokasi kejadian, yakni tikungan Pakendal Desa Pangkal, sepeda motor Riski tiba-tiba tidak terkendali. Bersamaan dengan itu, saat ditikungan dari arah berlawanan melaju kendaraan roda empat. Sepeda motor riski serempetan dengan kendaraan roda empat yang tidak diketahui identitasnya tersebut.

“Pasca kecelakaan itu, kendaraan roda empat yang menyerempet sepeda motor Riski melarikan diri. Sempat dikejar oleh masyarakat sekitar, namun tidak ketemu,” katanya.
Sepeda motor Riski yang serempetan dengan kendaraan roda empat itu, membuat dirinya langsung jatuh ke aspal. Korban Riski mengalami luka berat di bagian kepala. Hingga akhirnya, korban tewas saat masih dalam perjalanan menuju rumah sakit umum daerah (RSUD) dr. Harjono Ponosakan.
“Korban mengalami luka berat di kepala, hingga menyebabkan meninggal dunia,” katanya.
Teman-teman korban pun sempat tidak tahu jika korban mengalami kecelakaan, sebab saat itu korban berada di rombongan paling belakang. Mereka akhirnya balik kanan, setelah diberitahu warga yang mengejar rombongan klub motor tersebut.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kecelakaan-ponorogo”]
“Indikasi yang menyerempet ya kendaraan roda empat, kebetulan TKP juga jauh dari pemukiman, tahunya orang-orang ya setelah kejadian,” katanya.
Imam menghimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam berkendara. Apalagi jika medannya pegunungan yang jalannya naik turun maupun berbelok-belok. Saat di tempat seperti itu, Imam memberitahu untuk mengurangi kecepatan dan tegap fokus.
“Perbatasan itu jalannya berkelok-kelok, jadi pengendara harus konsentrasi dan fokus. Jangan sampai kejadian laka lantas terjadi lagi,” pungkasnya. [end/but]






