Surabaya (beritajatim.com) – Chelsea tampaknya selalu dihampiri nasib sial saat berada di partai final piala FA Cup. The Blues sudah tiga tahun beruntun selalu gagal memenangkan trofi yang cukup bergengsi itu. Nasib mereka selalu ada di posisi runner – up selama tiga tahun terakhir.
Pada musim ini, performa Chelsea memang sedang naik turun. Namun, sang pelatih asal Jerman, Thomas Tuchel, masih mampu membawa The Blues lolos hingga ke partai Final FA Cup 2021/22.
Di laga final edisi 2021/22, Chelsea harus berjumpa dengan tim kuat Liga Inggris lainnya, Liverpool. Sejatinya, The Blues mampu mengimbangi permainan dari anak asuh Jurgen Klopp, sehingga pertandingan harus dilanjutkan pada babak adu penalti.
Pada babak adu penalti ini, Alisson berhasil menghentikan laju penalti Mason Mount. Sementara penendang terakhir Liverpool, Kostas Tsimikas sukses untuk mengeksekusi tugasnya,The Reds pun berhak menjadi juara Piala FA.
Kekalahan ini membuat Chelsea dan FA Cup ibarat pasangan yang tidak berjodoh. The Blues, selama tiga tahun beruntun selalu saja mengalami hal yang sama.
Pada tahun 2020 saja, Chelsea berhasil lolos ke Final FA Cup. Di partai puncak, mereka melawan Arsenal. Diunggulkan jadi juara, Chelsea justru tersungkur di laga ini.
The Blues kalah dengan skor 2-1. Arsenal yang berhasil jadi juara Piala FA 2020. Ini menjadi trofi pertama Mikel Arteta sebagai manajer Arsenal yang baru pada saat itu.
Setelah kalah dari Arsenal, Chelsea berhasil menembus final FA Cup lagi di musim 2020/21. Kali ini mereka berhadapan dengan Leicester City. Di atas kertas, Chelsea lebih diunggulkan untuk menjadi juara.
Sebab, secara materi pemain juga performa pada saat itu, Chelsea lebih unggul. The Foxes yang bermain disiplin berhasil menang 1-0 melawan Chelsea berkat gol semata wayang Youri Tielemans.
[berita-terkait number=”3″ tag=”sepakbola”]
Chelsea kalah di final untuk dua kali beruntun. Kekalahan dari Liverpool membuat nasib Chelsea kalah tiga kali beruntun di Final Piala FA , selama tiga musim berturut-turut. (dan/ian)






