Gresik (beritajatim.com) – Moment libur Lebaran banyak dimanfaatkan oleh warga untuk bersilaturahmi. Namun tidak demikian dialami oleh Niswa (48) warga Desa Morowudi, Kecamatan Cerme, Gresik. Ibu rumah tangga ini diteror oleh gerombolan tawon vespa yang dikawatirkan bisa menyengat.
Takut terhadap tawon vespa itu, Niswa langsung menghubungi petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Gresik. Dia meminta petugas untuk mengevakuasi sarang yang berada di rumahnya.
“Awal mula tawon vespa tersebut dari pohon. Kemudian berpindah masuk ke rumah. Saya takut disengat karena jumlahnya banyak sekali,” ujar Niswa, Jumat (6/05/2022).
Kepala Damkarla Gresik, AH Sinaga menuturkan, dia mendapat laporan ada tawon vespa yang mengganggu warga. Pihaknya mengerahkan enam petugas berpakaian lengkap untuk melakukan evakuasi.
“Selain mengerahkan petugas, kami juga mengirim satu unit mobil rescue guna membantu petugas yang berada di lapangan,” tuturnya.
Ia menambahkan, butuh waktu satu jam setengah mengevakuasi sarang tawon vespa. Petugas berhati-hati saat memindahkan sarang tersebut. Sebab jika salah perhitungan tidak menutup kemungkinan petugas yang diserang.
“Meski anggota kami sudah dibekali bagaimana memindahkan sarang tawon vespa. Di lapangan tidak boleh gegabah, butuh ekstra hati-hati,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gresik”]
Terkait dengan kejadian ini, mantan Kepala Dispora Gresik itu menghimbau agar masyarakat segera melaporkan ke Dinas Damkarla Gresik bila menemukan sarang tawon atau ular yang masuk ke rumah.
Damkarla langsung menindaklanjuti ke lokasi kejadian. Termasuk di antaranya kasus kebakaran, baik itu berskala kecil maupun besar.
“Kami siap 24 jam asal laporan yang disampaikan buka hoaks karena dampaknya bisa merugikan,” pungkas Sinaga. [dny/but]






