Lamongan (beritajatim.com) – Berdasarkan perkiraan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, pemudik yang akan datang ke Lamongan mencapai sekitar 30 ribu orang. Baik yang datang dari penjuru tanah air maupun luar negeri.
“Kami perkirakan akan ada 30 ribu warga Lamongan yang mudik tahun ini. Selain dari berbagai daerah di penjuru tanah air, juga ada yang mudik dari luar negeri seperti Malaysia dan sebagainya,” ujar Bupati Yuhronur.
Di sisi lain, dengan adanya kenaikan signifikan jumlah pemudik di Lamongan pada tahun ini, para pemudik sudah sepatutnya untuk memprioritaskan keselamatan saat berkendara, dengan cara wajib mewaspadai beberapa titik rawan kecelakaan yang ada di Lamongan.
Kasat Lantas Polres Lamongan AKP Aristianto Budi Sutrisno menyebut, sesuai analisa dan evaluasi terbaru ada 3 (tiga) lokasi yang menjadi titik rawan kecelakaan black spot area di Kabupaten Lamongan.
“Tiga titik rawan kecelakaan itu yang pertama adalah ruas jalan antara rel KA barat Stadion Surajaya hingga lampu merah Kecamatan Deket. Kedua adalah tanjakan di ruas Jalan Daendles Pantura, dan ketiga adalah ruas jalan Babat-Jombang,” ungkap Aris.
Aris menambahkan, black spot area ini ditetapkan dari banyaknya jumlah kejadian kecelakaan yang ada di ruas jalan tersebut di sepanjang tahunnya.

Secara khusus untuk kondisi black spot pertama di ruas jalan antara rel KA barat Stadion Surajaya hingga lampu merah Deket, Aris menuturkan, hal itu lantaran banyaknya pengendara kendaraan yang kerap memotong jalan di sekitar ruas jalan nasional setempat yang lurus namun arus lalu lintasnya padat.
“Sepanjang tahun ini terdapat 3 kejadian kecelakaan di ruas jalan ini, namun fatalitas korbannya ringan. Kami mengimbau pengendara kendaraan untuk waspada di sekitar area blackspot ini,” paparnya.
Bagi pemudik yang melewati jalan Daendles Pantura Lamongan, di sekitar kawasan ini pemudik juga harus mewaspadai dan berhati-hati saat berkendara. Menurut Aris, ada 2 ruas yang perlu diantisipasi karena rawan terjadinya kecelakaan.
“Di jalan Daendles Pantura Lamongan ada 2 ruas yang rawan yakni ruas antara Paciran – Kemantren di Kecamatan Paciran dan ruas Brondong – Pambon Belik di Kecamatan Brondong. Rawannya kondisi jalan ini karena adanya tanjakan yang harus dilalui,” terangnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”mudik-lebaran”]
Terakhir, kawasan yang juga rawan terjadi kecelakaan adalah ruas jalan antara Babat – Jombang. Aris menyebut, setidaknya ada dua lokasi rawan di sepanjang ruas jalan ini.
Pertama adalah ruas jalan di Gunung Girik, Jedung Sendangrejo, Kecamatan Ngimbang. Kedua adalah di Perbatasan Jombang – Kecamatan Ngimbang dimana kondisi jalannya berkelok seperti huruf S.
“Rawannya kecelakaan di kawasan ini disebabkan oleh beberapa hal, seperti dikarenakan kondisinya yang berada di jalan tanjakan, hingga kondisi jalannya yang berkelok seperti huruf S,” tandasnya. [riq/but]






