Surabaya (beritajatim.com) – Abing Santoso, guru kesenian di SMKN 12 Surabaya membuat gempar warganet lewat aksinya mengajak para siswa menari tradisional di dalam kelas. Videonya viral, sampai membuat Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim kagum dan bangga.
Tak ketinggalan, musisi Adhie MS juga menaruh kekaguman pada kreativitas Abing. Guru muda itu dinilai telah menghadirkan inspirasi dalam dunia belajar mengajar.
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, turut berbangga dengan aksi Abing. Dia menyampaikan apresiasi dengan langsung mendatangi Abing di tempat mengajarnya.
“Saya turut mengapresiasi dengan gaya mengajar Pak Abing, bahkan videonya viral dan diunggah di akun sosial media Pak Menteri Nadiem Makarim. Ini menjadikan anak-anak muda bisa simpatik dengan seni tari tradisional,” kata Armuji saat memberikan apresiasi kepada Abing di SMKN 12 Surabaya, Selasa (19/4/2022).
Dalam video yang diunggah di media sosial, Abing sedang menari diiringi gending Srampet. Dia mengajak para siswanya untuk turut serta menari tradisional tersebut.

Tarian tradisional dengan gending Srampat itu pun dicoba oleh Wawali Armuji di kelas didampingi guru kelahiran Blitar itu. Dia tampak kesulitan mengikuti gerakan Abing namun tetap bersemangat menari dengan selendang di pundaknya.
“Waduh rumit juga, ini kalau tidak terlatih ya bisa salah semua,” kata pejabat yang akrab disapa Cak Ji ini.
Cak Ji mengaku bangga lantaran di zaman yang modern ini masih sangat peduli dengan kesenian tradisional. Bahkan, Cak Ji menilai Abing sangat tepat telah mengkolaborasikan antara seni dengan media sosial.
“Kalau digabung dengan medsos, animo generasi muda untuk belajar seni tari bisa lebih meningkat lagi,” sebut Cak Ji.
Diketahui, selain mengajar di SMKN 12, Abing juga sebagai dosen di Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW). Dia juga seniman tari yang aktif di komunitas dan sering tampil di luar negeri, seperti di Singapura dan Turki.
Abing saat ini tengah fokus dalam projek pengembangan seni tari. Khususnya tari Nusantara agar makin diminati banyak kaum muda.
“Karena di era saat ini gempuran tarian luar negeri banyak yang digemari oleh remaja Indonesia, saya berusaha konsisten dengan seni budaya Nusantara. Karena itu warisan leluhur jadi harus kita lestarikan,” kata Abing.
Agar kesenian tradisional tetap eksis, strategi yang ia lakukan untuk melestarikan tarian nusantara yakni dengan cara menyusun metode pengajaran yang menyenangkan, melibatkan media sosial, dan mengapresiasi karya seni dan budaya.
“Saya juga ajak murid-murid untuk saling sharing dan diskusi, selain itu saling kolaborasi juga dan terus menularkan ke generasi sekarang mengenai tarian nusantara,” pungkasnya. [asg/beq]






