Lamongan (beritajatim.com) – Demi mewujudkan kemandirian umat, Pondok Pesantren Sunan Drajat Paciran Lamongan menghadirkan Toserba (Toko serba ada) yang merupakan etalase dari beragam produk dan karya dari sejumlah pesantren dan alumninya di Jawa Timur.
Secara simbolis, Grand Opening Toserba yang terletak di sebelah timur Wisata Religi Makam Sunan Drajat ini dihadiri oleh Deputi Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Timur Dr. Harnanta, Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Drs. Supomo, Ak, MM, Bupati Lamongan Dr. Yuhronur Efendi, MBA.
Lalu Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat Dr. KH. Abdul Ghofur, Direktur Operasional Koperasi Syarikat Bisnis Pesantren (KSBP) Jatim Dr. Anas Al Hifni, dan perwakilan dari 17 pesantren se-Jatim.
Dalam kesempatan ini, Supomo mengungkapkan, bahwa Toserba ini adalah salah satu bentuk kolaborasi antara KSBP, Pemerintah Daerah, Bank Indonesia dan Kementerian Koperasi melalui LPDB.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pondok-pesantren”]
“Pembukaan grand opening Toserba Sunan Drajat ini luar biasa. Ini adalah bentuk kolaborasi. BI telah melakukan kajian untuk meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren dan Pemerintah Daerah telah memberikan perizinan dan beberapa fasilitas infrastruktur,” ujar Supomo, Senin (18/4/2022).
Lebih lanjut, Supomo menjelaskan, jika LPDB telah membantu dalam hal pembiayaan finansialnya, yang merupakan hasil desain langsung dari Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Nantinya, imbuh Supomo, model usaha seperti ini bakal diaplikasikan juga di daerah-daerah lain agar kemandirian ekonomi pesantren terwujud secara nyata.
“LPDB sebagai kepanjangan tangan negara hadir di tengah-tengah sini untuk melakukan pemberdayaan pesantren melalui koperasi yang dikelola. Nantinya Pemerintah Pusat, Daerah dan Pesantren-Pesantren yang ada di Jatim ini akan mengaplikasikan model seperti ini ke daerah-daerah lain. Coba kita sinergikan,” terangnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi juga menyampaikan rasa terimakasihnya atas upaya bersama yang sudah dilakukan. Ia berharap, adanya usaha yang dilakukan inj bisa menjadi pengungkit kebangkitan ekonomi di Kabupaten Lamongan.
“Dari catatan BPS 2021, pertumbuhan ekonomi Lamongan bangkit di angka 3,30 persen. Kami juga terus mendorong agar kemandirian ekonomi terus bergairah, melalui basis pertanian dan UMKM. Kami juga punya program Megpreneur. Semoga iklim dan kualitas bisnis di Lamongan semakin lebih baik lagi,” bebernya.
Sementara itu, Direktur Operasional KSBP Jatim Dr. Anas Al Hifni mengatakan, bahwa Toserba Sunan Drajat ini merupakan etalase dari produk-produk pesantren dan alumni. Selain itu, harga-harga yang dipatok pun terbilang sangat terjangkau.
“Kita pasang harga yang sangat terjangkau, karena kami beli langsung dari prinsiple. Untuk produk dari pesantren dan alumni Sunan Drajat sendiri ada sekitar 30 produk. Ke depan kami harapkan, Toserba ini tidak hanya menjadi etalase produk pesantren, tapi menjadi etalase seluruh produk UKM yang ada di Lamongan,” ujar pria yang akrab disapa Gus Anas tersebut.
Lebih lanjut, Gus Anas menyebut, jika Toserba ini terdiri dari 3 lantai. Lantai pertama untuk ritel, lantai kedua untuk keperluan bayi dan anak-anak, sedangkan lantai ketiga untuk pemuda atau millenial. Meski namanya Toserba, namun tampilan dan konsepnya sudah terbilang seperti Mall.
“Baru hari ini saja, terhitung sudah ada 1500 pengunjung yang membeli di Toserba. Semoga ini berkah, karena pada prinsipnya Toserba ini didirikan tidak hanya murni bisnis, namun juga sebagai ladang amal bagi pesantren. Makanya tagline yang kita pakai adalah bekerja sambil beramal,” pungkasnya.[riq/kun]






