Surabaya (beritajatim.com) — Proses pemadaman api yang berlangsung cepat dan tepat di titik sasaran ketika Tunjungan Plaza Surabaya tebakar oleh Petugas Pemadam Kebakaran (PMK) memperoleh apresiasi tinggi Ketua DPRD setempat, Adi Sutarwiyono.
“Saya mengapresiasi kecepatan dan ketangkasan Petugas Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Surabaya, sehingga bisa memadamkan kebakaran di TP 5. Selamat atas keberhasilan dan kerja cepat petugas PMK Kota Surabaya,” kata Awi, panggilan akrab Adi Sutarwiyono, kepada beritajatim.com, Kamis (14/4/2022) malam.
Seperti diketahui, pada Rabu (13/4/2022) malam, saat Maghrib, terjadi kebakaran di Tunjungan Plaza (TP) 5. Saat kejadian, pusat perbelanjaan terbesar di Jatim tersebut dikunjungi banyak warga untuk berbelanja dan berbagai kepentingan lainnya.
TP tak hanya terdiri dari satu mal. Ada beberapa mal yang masuk kawasan TP. Pusat perbelanjaan ini berada di Jalan Basuki Rachmat dan Jalan Embong Malang Surabaya.
Awi menguraikan, laporan kejadian kebakaran di TP diterima Dinas PMK Surabaya pukul 17.37 WIB, Rabu (13/4/2022). Pasukan PMK berangkat dari Unit Rayon Pasar Turi pukul 17.38 WIB dan sampai di TP 5 pukul 17.42 WIB.
Respon time sekitar 6 menit. Petugas PMK membuktikan mampu merespon cepat laporan kebakaran dan tiba di lokasi dengan cepat pula. “Yang terpenting, mereka juga cakap, tangkas, dan mampu bertindak cepat untuk memadamkan api,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”tunjungan-plaza-terbakar”]
Dari laporan Kepala Dinas PMK, tambah Awi, api pokok berhasil dipadamkan di lantai 12 TP 5 pada pukul 18.01 WIB. Sekitar 18 menit berhasil dipadamkan berkat kecepatan dan ketangkasan petugas PMK.
Ternyata sumber api juga ada di lantai 4 TP 5. Api pokok kedua diketahui pada pukul 18.39 WIB dan bisa dipadamkan sekitar pukul 20.30 WIB. Kegiatan pemadaman kebakaran di TP 5 praktis tuntas pukul 03.38 WIB.
Awi mengungkapkan, kecepatan dan ketangkasan kerja petugas PMK Surabaya, juga ditunjang dengan peralatan yang memadai. Total dikerahkan 37 unit mobil PMK untuk mengatasi kebakaran di TP 5, termasuk bronto skylift yang mampu menjangkau gedung bertingkat tinggi.
“Peralatan modern, seperti bronto skylift, sangat dibutuhkan Kota Surabaya karena punya kemampuan memadamkan kebakaran gedung-gedung bertingkat yang tinggi,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pdip”]
“Dalam konteks ini, saya angkat topi dengan kerja cepat dan tangkas petugas pemadam PMK. Ditambah lagi kepemimpinan Wali Kota Surabaya, Pak Eri Cahyadi, yang turun langsung ke lapangan. Jadi, kecepatan respon, kecepatan penanganan, peralatan modern yang memadai, ditambah lagi sumber daya manusia yang handal dan terlatih, membuat area kebakaran bisa dilokalisir. Ini mencegah kerusakan lebih parah atas bangunan dan barang-barang. Sekaligus mencegah jatuhnya korban jiwa,” tegasnya.
Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, menurut Awi, Surabaya memang layak memiliki armada dan personil pemadam kebakaran yang handal. Sebab, tak menutup kemungkinan kejadian kebekaran muncul sewaktu-waktu dan membutuhkan penanganan segera secara tepat dan efektif.
“Sekali lagi kita patut acungi jempol untuk kerja keras dan keberhasilan petugas PMK Kota Surabaya,” tandas Awi. [air/but]






