Humas RSUD Dr Harjono Ponorogo, S Joko Handoko(foto/Endra Dwiono)
Ponorogo (beritajatim.com) – Ledakan mercon yang mengenai tangan pemuda Desa Sambilawang Kecamatan Bungkal pada Senin (4/4) malam lalu, nampaknya menimbulkan luka serius. Bagaiman tidak, korban yang bernama Iqbal itu, sedikitnya ada 3 jarinya yang hancur akibat terkena ledakan mercon. Pasca kejadian ledakan, korban langsung dibawa ke rumah sakit umum daerah (RSUD) dr. Harjono Ponorogo.
Karena parahnya luka yang ditimbulkan, tidak sampai 24 jam di rawat di rumah sakit milik Pemkab Ponorogo, itu korban akhirnya dirujuk ke rumah sakit Ortopedi di Solo Jawa Tengah. Humas RSUD Dr Harjono Ponorogo, S Joko Handoko menceritakan mulanya si pasien ini datang ke rumah sakit pada Senin malam pada pukul 23.00 WIB dengan luka yang parah. “Luka parah di tangan kanannya, jari-jari khsususnya ibu jari, telunjuk dan jari tengahnya hancur,” kata Joko, Rabu (6/4/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”ledakan-mercon”]
Keesokan harinya atau hari Selasa (5/4) sekitar pukul 10.00 WIB, pasien korban ledakan mercon ini sudah siap di meja operasi. Namun, saat memeriksa kondisi lukanya, dokter bedah ortopedi tidak jadi melakukan operasi. Sebab, menurutnya operasi tidak bisa dilakukan di RSUD dr. Harjono. “Jadi kemarin itu dokternya memerintahkan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Ortopedi Dr. Soeharso Surakarta. Pasien lebih tepat dioperasi disana,” katanya.
Untuk diketahui, tradisi menyalahkan mercon atau petasan di Ponorogo saat bulan Ramadan, akhirnya memakan korban. Iqbal (20), pemuda asal Desa Sambilawang Kecamatan Bungkal Ponorogo harus menahan sakit di tangan kanannya, akibat terkena ledakan mercon yang Ia nyalakan sendiri. Kejadian berdarah itu terjadi pada Senin (4/4) malam di area persawahan masuk Dusun Suki Desa Sambilawang.
Kejadian naas itu berawal saat korban atau Iqbal hendak menyalakan mercon yang berukuran diameter 5 centimeter di tengah sawah. Dengan korek api di tangan, korban kemudian menyalakan merconnya. Namun, setelah disulut oleh api, mercon tidak kunjung meledak atau mejan. Beberapa saat kemudian korban bermaksud untuk mengeceknya. Dipeganglah mercon itu, nah saat dipegang itulah mercon itu malah meledak. (end/kun)






