Bojonegoro (beritajatim.com) – PT Pertamina Hulu Energi sebagai Subholding Upstream terus melakukan berbagai upaya guna meningkatkan jumlah produksi migas. Produksi migas di 2021 tercapai 897 MBOEPD, dan tahun ini target produksi migas bisa meningkat hingga 1.047 MBOEPD.
Selain itu, menurut Direktur Perencanaan Strategis & Pengembangan Bisnis Subholding Upstream Pertamina, Danar Dojoadhi, Subholding Upstream Pertamina juga menargetkan cadangan tambahan di 2022 sebesar 755 MMBOE dan sumber daya tambahan sebesar 222 MMBOE.
“Pada tahun 2022, target pengeboran sumur eksplorasi Subholding Upstream Pertamina sebanyak 29 sumur dan target pengeboran sumur pengembangan sebanyak 813 sumur,” ujar Danar, Rabu (6/4/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”migas-bojonegoro”]
Beberapa terobosan dilakukan untuk mencapai target tersebut. “Diantanya Digitalisasi, program Optimus (Optimalization Upsteam Cost), penerapan ESG (Environmental, Social, Governance) serta Onstream beberapa project seperti Jambaran Tiung Biru, OPLL PHSS, Handil dan Emain Waterflood,” tambah Danar.
Sebagai upaya dalam peningkatan kinerja dan pemenuhan peraturan pemerintah, Subholding Upstream memetakan prioritas sesuai arahan Kementerian BUMN menjadi 5 prioritas. “Kelima prioritas tersebut meliputi Prioritas Nilai Ekonomi dan Sosial untuk Indonesia, Prioritas Inovasi Model Bisnis, Prioritas Technology Leadership, Prioritas Energize Investment dan Prioritas Unleash Talent,” pungkasnya. [lus/ted]






