Jember (beritajatim.com) – Gubernur Khofifah Indar Parawansa menghargai gerakan sosial filantropsi yang berasal dari inisiatif warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, sendiri. Salah satunya yang dilakukan kelompok Sedulur Pati.
“Saya sudah lama membangun kolaborasi dengam Sedekah Rombongan. Dan sekarang di Jawa Timur ada Sedulur Pati yang sudah berusia sebelas tahun. Ini solidaritas sosial yang terbangun luar biasa dari anak-anak muda. Mudah-mudahan ini bertumbuh kembang menjadi kesalehan sosial,” kata Khofifah, usai menghadiri acara pemberian santunan kepada anak yatim piatu di gedung Serba Guna Kabupaten Jember bersama Bupati Hendy Siswanto, Selasa (5/4/2022).
Sementara itu Bupati Hendy Siswanto mengatakan, rasa solidaritas sosial sudah harus dibina sejak dini oleh anak-anak muda. “Bersedekah dengan membantu sesama. Kalau kita punya hati sosial, insya Allah, pikiran yang ada pada kita hanya satu: khusnuzon, berbaik sangka. Ini luar biasa,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”jember”]
Hendy siap mendukung Sedulur Pati untuk kegiatan sosial lainnya, khususnya di Jember. “Jember masih punya 300 ribu (warga yang masuk dalam angka) kemiskinan. Jember masih punya enam ribu anak yatim. Hari ini diwujudkan dengan memberi bantuan kepada anak yatim. Kewajiban kita semua untuk memberi bantuan,” katanya.
Hendy menyebut kerja sosial Sedulur Pati terus dilakukan. “Tentunya bantuan sosial bukan hanya bantuan sosial. Harus ada ide kreatif lain anak-anak muda. Pemkab Jember siap men-support, melakukan pelatihan-pelatihan yang ujungnya membuka lapangana-lapangan kerja baru. Kita bukan hanya diberi, tapi memberi kepada lainnya,’ katanya. Hendy juga berharap Pemkab Jember mendapat dukungan lebih konkret dari Pemprov Jatim untuk mengentaskan kemiskinan. [wir/ted]






