Sidoarjo (beritajatim.com) – Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) meresmikan Puskesmas Wonokasian Kecamatan Wonoayu, Senin (21/3/2022).
Hadir ikut menyaksikan peresmian Puskesmas Wonokasian ini diantaranya Direktur RSUD Sidoarjo, dr. Atok Ilah, Direktur RSUD Sidoarjo Barat, dr. Abdilah dan Kepala BPJS Sidoarjo.
“Puskesmas Wonokasian merupakan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang berubah menjadi Puskesmas pertama. Pustu ini ada sejak tahun 1984. Pada tahun 2019 direncanakan dirubah menjadi Puskesmas pertama, dan dianggarkan di tahun 2020, karena ada recofusing berubah pelaksanaannya di tahun 2021,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Sidoarjo, dr. Syaf Satriawan saat peresmian Puskesmas Wonokasian.
Puskesmas Wonokasian ini luasnya hanya 717 meter, agak kecil tempatnya dan mepet dengan jalan, dengan pagu anggaran Rp 5 milyar lebih, sebagai pelaksananya Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo.
Menurut Syaf, Puskesmas Wonokasian siap memberikan pelayanan yang mencakup 8 desa, dengan jumlah penduduk 31. 810 jiwa.

Untuk Puskesmas Wonoayu sebesar 56.610 orang. “Di Kecamatan Wonoayu ini ada 2 puskesmas, dan Puskesmas Wonokasian ini adalah puskesmas ke-29,” rincinya
Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Alj (Gus Muhdlor) menjelaskan bahwa Puskesmas Wonokasian ini adalah puskesmas ke-3 yang diresmikan tahun ini, yang keempat mungkin diresmikan di Tambakrejo. Tahun ini juga kita rencanakan pembangunan di Urang Agung.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gus-muhdlor”]
“Hal ini wajar, karena memang secara umum 1 puskesmas bisa mengcover 30 ribu warga, dan Posisi Wonoayu jumlah penduduknya 88 ribu, tentunya dibutuhkan sekitar 3 Puskesmas,” jelasnya
Adanya peningkatan dari Pustu menjadi Puskesmas Wonokasian ini penting minimal bisa mencakup 8 desa sekitar. Kurang satu puskesmas lagi di Wonoayu nanti secara bertahap akan lengkapi. Sehingga angka 78 Puskesmas, dengan jumlah Sidoarjo sekitar 2.4 juta bisa tercover dengan baik.
Gus Muhdlor menekankan kepada para Kepala Puskesmas yang hadir untuk memberikan pelayanan yang ramah. “Layanilah rakyat secara tamah dan baik,” anjur putra KH Agoes Ali Masyhuri pengasuh Pesantren Bumi Shalawat itu. [isa/but]






