Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 15 Duta remaja Desa Wisata Agro dan Desa Wisata Industri Ramah Anak dan Berkebudayaan (DEWA DEWI RAMADAYA) berkunjung ke kantor redaksi beritajatim.com di Jalan Kutisari IX No 2A Surabaya pada Sabtu (19/3/2022).
Anak muda yang datang dari 12 desa di 9 Kabupaten/Kota di 3 provinsi, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur mewakili desa mereka, termasuk menyuarakan potensi-potensi yang ada di desa mereka sebagai sumber pangan, budaya dan wisata yang ramah anak.
Sebelumnya para generasi Z ini telah mengikuti forum nasional diselenggarakan oleh ALIT Indonesia pada tanggal 17-19 Maret 2022 di Tetirah Gayatri, Lereng Bromo.
Dewa Ayu Diah Laksmi yang berasal dari Bali menceritakan pengalamannya menjadi Duta Waras dengan kegiatan melukat atau penyucian dengan air. “Melukat merupakan salah satu tradisi umat Hindu di Bali. Makna melukat adalah pembersihan jiwa dari hal negatif. Melukat sendiri berasal dari kata sulukat. “Su” artinya baik dan “lukat” yang berarti “penyucian”kata Laksmi menceritakan kepada beritajatim.com.
Ditambahkan dengan menjadi Duta Waras tersebut dirinnya bisa membantu warga desa yang bisa digunakan untuk therapi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”beritajatim”]
Sementara itu Ghamal Hamzah asal Pulau Gili Genting Sumenep menceritakan sebagai duta makanan mencari ikan kemudian makanan tersebut kembali dijual.
Sementara itu Muhammad Ranah yang juga menjadi Wasis (Pendidikan Budaya) dan Waruga (tradisi olah Tubuh dan bela diri mengaku sedang mempelajari sei bela diri asli Majapahit. “Saya sedang menmpelajari seni bela diri asli majapahit yang saat ini masih di tingkat 4. Padahal ada 10 tingkatan,” kata Muhammad ranah, Sabtu (19/3/2022).

Lisa Febriyanti dari Alit Indonesia menjelaskan Program Dewa Dewi Ramadaya sejak tahun 2020 telah mendorong terbentuknya Duta Remaja yang menjadi pelopor, penggerak dan inovator desa dalam rona yang lebih dinamis sesuai dengan perkembangan jaman.
“Hal ini sejalan pula dengan hasil sensus kependudukan tahun 2020 yang menyatakan bahwa kelompok usia terbesar di Indonesia adalah Generasi Z. Di tangan mereka lah yang kemajuan bangsa diletakkan. Oleh karena itu, ALIT Indonesia terus mendukung dan memfasilitasi gerakan remaja di desa untuk memajukan desa.” kata Lisa.
Pada tahun 2020, kata Liasa telah terbentuk 9 Duta Nasional dan 200 Duta Desa yang bergerak dalam kerangka kebudayaan local mereka.
Dilandasi dengan Hasta Brata, delapan sikap yang mulia dalam balutan tradisi lokal, seperti Waras (tradisi kesehatan dan sumber kesehatan), Wareg (tradisi pangan dan sumber pangan alami), Wasis (pendidikan budaya), Wastra (tradisi busana dan kain tradisional), Waskita (tradisi pengetahuan dan ritual tradisi), Wisma (tradisi hunian dan pengetahuan lansekap tradisional), Wicaksana (tradisi aturan adat), dan Waruga (tradisi olah tubuh dan bela diri), para remaja ini melestarikan dan mengkampanyekan nilai-nilai luhur yang hidup di lingkungan mereka di desa.
Dalam kunjungannya ke kantor beritajatim.com para remaja disambut Pemimpin Redaksi beritajatim.com Dwi Eko Lokononto, Direktur Usaha Saptini Darmaningrum, Redaktur Pelaksana Teddy Ardianto Hendrawan dan Koordintor IT Hendro D Laksono. (ted)






