Gresik (beritajatim.com) – Terjadi kebakaran di Kabupaten Gresik. Pertama terjadi di Jalan Pertamina Km 27 Desa Sumber Rame, Kecamatan Wringinanom, Gresik, yang mengakibatkan gudang produksi (Asembling) PT Rajasa Putra Jaya Perkasa terbakar.
Akibat kejadian itu, gudang produksi yang menyimpan kardus alat-alat elektronik ludes terbakar. Beruntung dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa. Namun, bangunan gudang milik PT Rajasa Putra Jaya Perkasa dilalap si jago merah.
Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Gresik sempat kesulitan memadamkan api karena terbatas suplai air di sekitar pabrik.
Ada 11 petugas damkar yang dikerahkan untuk memadamkan api. Butuh dua jam lebih untuk memadamkan agar api tidak menjalar kemana-mana.
Terkait dengan kejadian ini, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarlat) Gresik, AH Sinaga mengatakan, agar kasus kebakaran ini tidak terulang lagi. Dirinya, menghimbau kepada setiap perusahaan hendaknya memiliki sistem pemadam kebakaran yang baik serta memiliki hydrant ataupun tanki air yang cukup.
“Ini sebagai antisipasi, sebab pabrik yang tersebut memiliki bahan-bahan yang rentan atau mudah terbakar,” katanya, (18/03/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”kebakaran-gresik”]
Kebakaran serupa terjadi di Desa Tambak Beras, Kecamatan Cerme, Gresik. Kali ini melanda rumah milik dr Titik Ernawati dini hari tadi. Petugas damkar juga kesulitan memadamkan api. Pasalnya, terhalang mobil dan tidak bisa dikeluarkan karena kunci pagar hilang serta kunci mobil tidak ada.
“Kami sempat mengalami kendala karena obyek yang terbakar di lantai dua. Namun, berkat kesigapan petugas di lapangan api akhirnya bisa dipadamkan,” pungkas AH.Sinaga. (dny/ted)






