Pasuruan (beritajatim.com) – Ditengah megahnya gedung DPRD Kabupaten Pasuruan, terdapat bangunan yang tak diurus. Ruangan yang berada di bangunan inti lantai dua gedung DPRD ambrol.
Ruangan yang saat ini jarang digunakan itu terlihat kotor dikarenakan banyak atap plafon yang jatuh. Sehingga lantai basah diakibatkan hujan yang sering melanda Kabupaten Pasuruan.
Terdapat banyak pasir, kayu, dan atap plafon yang beserakan di lantai gedung. Plafon yang terjatuh tak hanya di depan ruangan gedung, namun juga didalam ruangan banyak plafon yang terjatuh.
Terlihat juga di dalam ruangan almari yang terjatuh dan kabel kelistrikan bergelantungan. Menurut informasi ruangan tersebut baru dibangun kurang lebih satu tahun yang lalu.

“Gedung untuk para wakil rakyat saja masih banyak kerusakan, bagaimana bisa membenahi hidup masyarakat banyak, kalau masalah kecil saja tak bisa terselesaikan. Memang sepeleh , tapi tetap merusak pemandangan mata setiap pengunjung yang datang,” ujar Agus Suyanto Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan diruang komisi I, Senin (14/3/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”dprd-pasuruan”]
Menanggapi semakin bobroknya kondisi gedung ditanggapi enteng Ridwan Sekertaris DPRD Kabupaten Pasuruan. “Iya nanti kita perbaiki,” singkatnya.
Sekedar informasi pads tahun 2022 DPRD Kabupaten Pasuruan mendapatkan anggaran biaya perawatan gedung senilai Rp 140 juta. “Tahun 2022 ini dapat Rp140 juta untuk perawatan, termasuk perbaikan plafon yg jebol itu,” ujar ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono. (ada/ted)






