Bojonegoro (beritajatim.com) – Sebanyak 11 perahu karet dengan personel kurang lebih 100 orang terjun untuk melakukan Operasi SAR (Ops SAR) pencarian kakek yang tenggelam di Sungai Bengawan Solo turut Kelurahan Banjarejo RT 06 RW 01 Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, Rabu (9/3/2022) sekitar pukul 11.00 WIB.
Dalam Ops SAR hari kedua, korban Paeran (79) Warga Lettu Suwolo RT 15 RW 03 Kelurahan Ngrowo Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro yang berdomisili di sekitar lokasi kejadian belum ditemukan. Pencarian akan dilanjutkan besok mulai pukul 06.30 WIB hingga pukul 16.00 WIB.
[berita-terkait number=”5″ tag=”tenggelam”]
“Alhamdulillah dalam operasi pencarian hari ini tidak ada accident dari personel. Untuk korban belum ditemukan dan akan dilakukan operasi pencarian kembali besok,” ujar Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bojonegoro, Agus Purnomo, Kamis (10/3/2022).
Sekadar diketahui, Ops SAR yang dilakukan hari ini dibagi menjadi tiga SRU yang memiliki area pencarian masing-masing. SRU pertama melakukan penyisiran di sekitar tempat kejadian musibah yakni di Kelurahan Banjarejo hingga Desa Menilo (Tuban). Terdiri dari BPBD, Damkar, Basarnas, Potensi SAR, MDMC, Brimob, Kodim 0813, Polres dan masyarakat setempat.
SRU kedua melakukan pencarian dari Desa Menilo hingga ke Desa Bogo Kecamatan Kapas. Terdiri dari personel Dishub, Tagana, Sikatan, Destana, LPBI NU, dan dari personel BPBD. Serta SRU ketiga melakukan pencarian dari Desa Bogo Kecamatan Kapas hingga Desa Sarirejo Kecamatan Balen. SRU ketiga terdiri dari BPBD, MTA, Satpol PP, MDMC, EBR, dan Bina Mulia. [lus/kun]






