Pasuruan (beritajatim.com) – Setelah terjadinya longsor di Tol Pandaan-Malang, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak melakukan tinjauan langsung kondisi tanah longsor. Kondisi hujan ringan, yang mengguyur lokasi terjadinya longsor, tidak menyurutkan Mantan Bupati Trenggalek tersebut untuk mengetahui secara langsung kondisi terkini dari Tol Pandaan-Malang tersebut.
Dalam pantauan, Emil memantau proses penanganan serta perbaikan drainase yang dilakukan oleh tim gabungan dari Jasa Marga, Dinas PU serta pihak terkait lainnya. Hal ini guna memastikan air tidak masuk ke badan jalan dan mengganggu aktivitas jalan tol.
“Karena longsor kemarin, drainasenya harus dipulihkan kembali. Kita lihat sudah ada alat berat disini, untuk memulihkan kembali jalur drainase supaya airnya tidak sampai ke jalan,” jelas Emil.
Perbaikan drainase air ini dilakukan guna tidak mengganggu aktivitas pengguna jalan tol. Sehingga penanganan khusus.
“Karena kalau kita lihat air ini larinya kesana juga (sisi lajur Malang-Surabaya). Sehingga perlu penanganan juga, karena airnya juga lari ke jalan,” imbuhnya.
Dijelaskan, tercatat sebanyak empat alat berat excavator dan tujuh dumptruck digunakan untuk mempercepat proses pengangkutan material tanah longsor.
Emil menyampaikan apreasi atas gerak cepat yang dilakukan oleh Jasa Marga dalam menindaklanjuti kejadian longsor yang terjadi. Sehingga jalur dapat segera digunakan kembali oleh pengguna jalan tol.
“Kami berterima kasih kepada Jasa Marga yang sudah sangat intensif menangani, mudah-mudahan bisa segera pulih dan pengendara bisa menggunakan jalur ini. Semoga bisa segera teratasi,” pungkasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”emil-dardak”]
Sementara itu, Netty Renova, Direktur Utama Jasamarga Pandaan-Malang dalam keterangannya menyampaikan bahwa saat ini pihaknya masih fokus pada pembersihan badan jalan demi keselamatan pengguna jalan. Guna menghindari adanya longsor susulan.
“Untuk lajur satu masih ditutup karena masih dilakukan pembersihan material yang masuk ke badan jalan. Hal ini untuk menghindari, jika terjadi curah hujan tinggi akan terjadi longsoran lanjutan,” ungkap Netty.
Sedangkan untuk penanganan selanjutnya masih dalam proses evaluasi lebih lanjut dari tim ahli, guna penentuan penanganan yang lebih tepat. “Kami juga akan melakukan evaluasi secara menyeluruh untuk memastikan penanganan yang lebih tepat,”
Sebagai informasi, Tebing Tol Pandaan arah Malang mengalami longsor di KM 78+900 pasca hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa (8/3) pukul 14.50 WIB sehingga mengakibatkan akses jalan tidak dapat dilalui karena tertutup material longsor.
Hingga Rabu (9/3) sore pukul 18.07 WIB, arus lalin dari Malang ke Surabaya dan sebaliknya dilakukan open traffic pada lajur dua dengan situasi volume kendaraan yang tidak begitu ramai untuk melintas. [ada/but]






