Kediri (beritajatim.com) – Lima dari tujuh orang korban pembacokan membabi buta yang dilakukan oleh Riyanto (35) warga Kabupaten Kediri masih menjalani perawatan di rumah sakit.
“Ada empat orang yang masih dirawat. Tiga orang disini, dan satu orang di Rumah Sakit SLG Kabupaten Kediri,” kata Suhudi, Kaur Kesra Desa Pojok saat menjenguk para korban di Rumah Sakit Surya Melati Desa Ngletik, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, pada Selasa (8/3/2022) pagi.
Empat orang korban menjalani perawatan di RS Surya Melati terdiri dari, kedua orang tua pelaku yaitu, Siswo dan Tuminah serta adik pelaku, Riyanti dan Kasianto, kerabat pelaku. Ayah, ibu serta sepupu pelaku berada dalam satu ruangan. Sedangkan adik pelaku Riyanti di ruang yang berbeda.
“Kondisinya sudah mulai membaik. Riyanti yang sebelumnya kritis, kini sudah bisa diajak berkomunikasi. Namun, masih mengeluh sakit di kepalanya,” imbuh Suhudi. Satu korban luka lain yang menjalani perawatan di RS SLG adalah Kristiono, tetangga pelaku.
[berita-terkait number=”5″ tag=”bacok”]
Dua korban luka lainnya yang sebelumnya di rawat, kini sudah diperbolehkan pulang. Mereka, Komariatin dan Liana. Sedangkan jenazah tiga orang korban tewas sudah dimakamkan di TPU setempat di Dusun Bangun Mulyo, Desa Pojok, Kecamatan Wates. Mereka, Abdul Azis, Siti Mujayanah dan Trinah.
Sebelumnya, Riyanto tiba-tiba mengamuk dan melakukan pembacokan membabi buta terhadap 10 orang, pada Senin (7/3/2022) siang. Akibat penganiayaan itu, tiga orang dinyatakan tewas dengan sejumlah luka bacokan dan tujuh orang luka-luka. Usai kejadian, pelaku berhasil diamankan oleh anggota Polsek Wates dan Sat Reskrim Polres Kediri yang dibantu oleh masyarakat. [nm/kun]






