Gresik (beritajatim.com) – Pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2022 sudah berlangsung tiga hari. Sejak digulirkan 1 Maret lalu, anggota yang bertugas di lapangan terus meningkatkan titik-titik rawan di jalan raya kawasan padat maupun jalan utama.
Kasatlantas Polres Gresik AKP Engkos Sarkosi mengatakan, dari pantauan penindakan pelanggaran melalui mobil Integrated Node Capture Attitude Record (INCAR). Pengendara roda dua masih mendominasi pelanggaran.
“Dari 302 capture atau tangkapan layar, hanya 28 kendaraan yang terkonfirmasi melanggar aturan dan rambu lalu lintas,” ujarnya, Kamis (3/03/2022).
Jenis pelanggaran antara lain menerobos rambu lalu lintas, melebihi kecepatan hingga tidak menggunakan sabuk keselamatan bagi pengendara roda empat.
“Diprediksi, jumlah pelanggar akan meningkat pada saat akhir pekan. Meski demikian, jajarannya akan terus meningkat patroli dalam operasi keselamatan Semeru 2022 sampai 14 Maret 2022,” ungkap Engkos.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gresik”]
Mantan Kapolsek Sokobanah, Sampang itu menambahkan, pengguna jalan yang terekam mobil INCAR tersebut akan mendapat surat tilang ke kediaman masing-masing. Mereka akan diarahkan untuk mengikuti sidang hingga membayar denda sesuai jenis pelanggaran. P
“Kami mengimbau masyarakat untuk tertib berlalu lintas. Pasalnya, mobil INCAR akan otomatis merekam pelanggaran lalu lintas di wilayah Gresik dan langsung mengirim bukti pelanggaran ke pusat data milik Korlantas Polda Jatim,” tandasnya. [dny/but]






