Mojokerto (beritajatim.com) – Hujan yang mengguyur wilayah Mojokerto Raya menyebabkan sejumlah wilayah tergenang banjir, tak terkecuali Kota Mojokerto. Seperti di Lingkungan Kuwung, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Sabtu (26/2/2022).
Meski hujan sudah berhenti sejak pukul 18.00 WIB, namun karena di wilayah selatan yakni Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto masih hujan sehingga menyebabkan debit air di sejumlah sungai naik. Akibatnya, banjir kiriman pun menyapa warga Kota Mojokerto.
[berita-terkait number=”5″ tag=”banjir”]
Salah satu warga, Rokim menuturkan, air mulai mengenangi jalan dan pemukiman warga mulai pukul 21.30 WIB. “Hujan sudah reda. Hujan sore, setelah magrip sudah reda tapi Pacet masih hujan. Banjir terakhir sekitar 2014, tidak ada banjir. Baru kali ini, 8 tahun,” ungkapnya.
Air mengenangi jalan dengan ketinggian selutut orang dewasa, sejumlah rumah warga terendam air banjir dengan ketinggian bervariasi. Menurutnya, drainase di wilayah tersebut kecil sehingga tidak bisa menampung air banjir.
“Ada tapi kecil. Jadi air sebanyak ini tidak mengatasi drainasenya. Mungkin sudah ada rencana kelanjutan (pembangunan dan rehabilitasi drainase, red) tapi belum terealisasi, ini masih lama. Ya harapannya, ya tidak banjir lagi. Karena banjir seperti ini, terakhir tahun 2014, 8 tahun lalu,” ujarnya.
Di tahun 2021, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Permukiman (DPUPRPRKP) Kota Mojokerto mengerjakan 18 paket pembangunan dan rehabilitasi drainase. Sebanyak 18 paket tersebut merupakan bagian dari proyek pengendalian banjir di Kota Mojokerto dengan total anggaran mencapai Rp39 miliar. [tin/kun]







